Genangan Banjir Di Dusun Sungkun Memasuki Tahap Terparah, Tenda Pengungsian Ambruk Akibat Angin Kencang
Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, 24 Februari 2026.
Kondisi masyarakat di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, saat ini kembali berada di titik yang sangat mengkhawatirkan. Genangan air yang menguasai permukiman warga kini dilaporkan lebih tinggi dibandingkan banjir yang terjadi pada 23 Januari 2026 lalu, menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan dan aktivitas sehari-hari warga. Intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hari memperparah luapan air, sehingga rumah-rumah warga yang sebelumnya mulai surut kini kembali tergenang dengan ketinggian yang meningkat secara signifikan.
Kondisi ini diperburuk oleh ambruknya tenda pengungsian yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Kabupaten Lombok Timur. Tenda-tenda tersebut, yang semula menjadi tempat berteduh sementara bagi warga yang mengungsi, roboh karena diterjang angin kencang akibat cuaca buruk, sehingga warga kembali harus mencari perlindungan darurat di tempat yang lebih aman.
Sebelumnya, pada tanggal 23 Februari 2026, Bupati H. Haerul Warisin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara khusus mengunjungi lokasi banjir di Dusun Sungkun dan desa-desa sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan langkah penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah berjibaku mengatasi banjir yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan, termasuk upaya penyedotan air serta langkah antisipasi curah hujan tinggi yang terus meningkat.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyatakan akan mempertimbangkan solusi jangka panjang seperti relokasi sebagian warga terdampak dan pembangunan waduk untuk menahan debit air saat musim hujan sebuah langkah yang diharapkan dapat mengurangi kerentanan kawasan terhadap banjir tahunan di masa depan.
Namun hingga saat ini, meskipun berbagai upaya telah dilaksanakan, genangan air masih terus menguasai Dusun Sungkun dan kawasan lain di Desa Ekas Buana. Masyarakat masih harus bertahan dalam situasi penuh tantangan, ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang belum bersahabat dan potensi hujan lebat yang masih besar.
Krisis banjir ini tidak hanya berdampak pada hunian warga, tetapi juga berdampak pada kesehatan, pendidikan anak, dan roda ekonomi keluarga. Sejumlah warga berharap agar perhatian dan langkah nyata pemerintah terus diperkuat, sehingga beban mereka dapat segera berkurang dan kehidupan masyarakat dapat kembali pulih.( Heri S)