SOSIAL September 17, 2026

Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Gawah Lauq Lombok Dampingi Warga Jerowaru Jalani Perawatan

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Gawah Lauq Lombok Dampingi Warga Jerowaru Jalani Perawatan
Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Gawah Lauq Lombok Dampingi Warga Jerowaru Jalani Perawatan

SKALAMEDIA.COM | LOMBOK TIMUR — Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang warga Dusun Jerowaru Daye, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, harus menjalani perawatan di Puskesmas Jerowaru. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Yayasan Gawah Lauq Lombok (GLL) yang kemudian turun langsung memberikan pendampingan kepada keluarga pasien.

Pasien tersebut bernama Mahrup (43), seorang pekerja serabutan yang menurut keterangan keluarganya sedang menghadapi kondisi ekonomi yang cukup sulit. Saat menjalani perawatan, keluarga mengaku belum memiliki BPJS dan khawatir menghadapi biaya apabila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Informasi mengenai kondisi Mahrup diterima salah satu pengurus GLL setelah keluarga pasien menghubungi yayasan untuk meminta pendampingan.

Pengurus GLL kemudian mendatangi Puskesmas Jerowaru untuk melihat kondisi pasien sekaligus berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang sedang bertugas.

Berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, kondisi Mahrup membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Terdapat indikasi atau dugaan TBC, namun hal tersebut belum dapat disebut sebagai diagnosis akhir dan masih membutuhkan pemeriksaan medis lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Petugas Puskesmas Jerowaru, sebagaimana disampaikan kepada pengurus GLL, menyebut pasien seharusnya mendapatkan rujukan ke rumah sakit.

Namun, keluarga pasien mengaku masih diliputi kekhawatiran karena kondisi ekonomi dan belum memiliki BPJS.

"Kami takut kalau dibawa ke rumah sakit, kami tidak punya biaya. BPJS juga tidak punya. Kami sangat terpuruk dengan kondisi ekonomi," ungkap istri Mahrup.

Mendengar kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Yayasan Gawah Lauq Lombok, Muh. Efendi, SH, menyatakan pihaknya siap mendampingi keluarga dalam proses rujukan apabila secara medis pasien memang membutuhkan penanganan di rumah sakit.

"Kami sampaikan kepada keluarga dan pihak Puskesmas, kalau memang pasien harus dirujuk, segera diproses surat rujukannya. Kami siap mengawal pasien sampai ke rumah sakit tujuan rujukan," kata Muh. Efendi.

GLL juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait agar pasien memperoleh penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain kondisi kesehatan, GLL turut mencermati informasi bahwa Mahrup tercatat dalam desil 6-10 pada data sosial ekonomi. Sementara itu, kondisi yang disampaikan keluarga menunjukkan bahwa pasien bekerja sebagai pekerja serabutan dan keluarga sedang mengalami keterbatasan ekonomi.

GLL mendorong agar kondisi tersebut dapat menjadi perhatian dan, bila diperlukan, dilakukan verifikasi terhadap kesesuaian data sosial ekonomi dengan kondisi faktual masyarakat di lapangan.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, SkalaMedia.com telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk meminta penjelasan terkait mekanisme pelayanan dan rujukan bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS serta persoalan yang dialami Mahrup.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima redaksi.

SkalaMedia.com tetap membuka ruang bagi Dinas Kesehatan Lombok Timur, Puskesmas Jerowaru, maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan.

Sementara itu, GLL menyatakan akan terus mendampingi Mahrup dan keluarganya sesuai kemampuan yayasan, dengan mengedepankan aspek kemanusiaan serta koordinasi dengan tenaga kesehatan dan instansi terkait.

SKALAMEDIA.COM — Mengawal Fakta, Menyuarakan Kepedulian.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...