POLITIK June 08, 2026

Tolak Ghibah Politik, Pemuda NW Dorong Kader Jadi Motor Penggerak Kebijakan di NTB

SUANDI YUSUP
SUANDI YUSUP
Admin 3 min read
Tolak Ghibah Politik, Pemuda NW Dorong Kader Jadi Motor Penggerak Kebijakan di NTB
Tolak Ghibah Politik, Pemuda NW Dorong Kader Jadi Motor Penggerak Kebijakan di NTB

Bagek Payung,Senin 08/06 2026,SkalaNTB Media.Com

Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah taktis dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan daerah. Melalui kegiatan Hiziban dan Kajian Pemuda bertajuk "Pendidikan dan Politik: Perspektif Pemuda NW", organisasi pemuda ini mendorong seluruh kadernya untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi motor penggerak dalam merumuskan kebijakan publik dan memajukan dunia pendidikan di NTB.

​Acara yang berlangsung di Aula Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlas NW Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Sabtu (06/06/2026) ini, dihadiri oleh puluhan kader Pemuda NW se-Pulau Lombok. Menghadirkan narasumber otoritatif seperti Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB DR. Syamsul Hadi dan Anggota DPRD Provinsi NTB H. Syamsu Rijal, kajian ini membedah urgensi peran pemuda dalam konstelasi pembangunan daerah.

​Kepala Dinas Dikbud NTB, DR. Syamsul Hadi, mengapresiasi langkah PW Pemuda NW NTB. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa masa depan NTB sangat bergantung pada hadirnya generasi 'Santri Cendekiawan'—sebuah figur pemuda yang matang secara spiritual, namun juga menguasai konstitusi serta peka terhadap kebijakan publik.

​"Pemuda adalah komponen yang tidak bisa dipisahkan dari garis perjuangan pendidikan di NTB. Kita menghadapi banyak tantangan dan PR besar di sektor pendidikan. Oleh karena itu, kita sangat mengharapkan kontribusi nyata dari para pemuda untuk bersinergi bersama pemerintah, merumuskan formula pendidikan yang berkualitas," ujar Syamsul Hadi.

​Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Gerindra, H. Syamsu Rijal, mengingatkan para kader akan bahaya laten sikap apolitis (acuh tak acuh terhadap politik). Ia menegaskan bahwa politik adalah instrumen utama yang menentukan arah kebijakan publik, termasuk anggaran pendidikan. ​Menurut Syamsu Rijal, pemuda yang buta politik rentan menjadi korban dari kebijakan yang salah akibat ketidaktahuan mereka terhadap mekanisme hukum dan penganggaran seperti APBN/APBD. ​"Jika kita tidak paham politik, kita akan mudah diperdaya. Menjadi sarjana yang apolitis membuat kita abai terhadap UU Pendidikan dan anggaran daerah. Ujung-ujungnya, pemuda hanya menjadi korban. Maka, Pemuda NW harus cerdas politik dan tetap satu komando, kompak, utuh, bersatu menyukseskan program PBNW," tegas legislator Udayana tersebut.

​Ketua PW Pemuda NW NTB, Hasanah Efendi, dalam pidatonyanya memberikan kritik tajam terhadap fenomena sosial hari ini. Ia menegaskan bahwa kajian ini merupakan ikhtiar organisasi agar para kader memiliki literasi yang seimbang antara ilmu agama, pendidikan umum, dan dinamika politik agar tidak terjebak praktik politik pragmatis.

​"Politik tanpa dasar pendidikan yang kuat hanya akan melahirkan buzzer emosional yang gampang diadu domba dan gemar menyebarkan hoaks. Singkatnya, politik tanpa pendidikan hanya melahirkan ghibah politik. Pemuda NW harus melangkah di atas prinsip ilmu dan kebenaran," tandas Hasanah.

​Melalui sinergi tradisi spiritual Hiziban dan diskusi intelektual ini, PW Pemuda NW NTB optimis dapat mencetak kader-kader pelopor yang siap mengawal kebijakan publik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat di masa depan.

Sumber : Humas PW Pemuda NW NTB Redaksi : SkalaNTB Media.Com

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...