Sebagian Dapur MBG di Jerowaru Belum Cantumkan Note Rincian Harga dan Kandungan Gizi
Lombok Timur, 6 Maret 2026 — Transparansi dalam penyajian menu pada dapur MBG di Kabupaten Lombok Timur menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat. Di Kecamatan Jerowaru, masih ditemukan beberapa dapur MBG yang belum mencantumkan note rincian harga per item menu serta informasi kandungan gizi pada makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Padahal, penggunaan note atau label menu tersebut diketahui telah mulai diberlakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Melalui note tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui secara jelas komposisi menu yang diberikan, termasuk rincian harga setiap item makanan serta kandungan gizinya.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian dapur MBG memang telah mulai menerapkan pencantuman note tersebut. Namun demikian, masih terdapat dapur-dapur lain yang hingga saat ini belum menggunakannya.
Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, mengatakan bahwa keberadaan note rincian harga dan kandungan gizi sangat penting sebagai bagian dari transparansi pelayanan publik.
Menurutnya, informasi tersebut dapat memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat terkait nilai menu yang disajikan dalam program MBG.
“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, masih ada sebagian dapur MBG di Kabupaten Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Jerowaru, yang belum mencantumkan note rincian harga pada menu-menu yang disajikan. Padahal note tersebut penting agar masyarakat juga mengetahui rincian harga dan kandungan gizi dari makanan yang diberikan,” ujarnya, Jumat (6/3).
Irfan menegaskan bahwa perhatian yang disampaikan oleh komunitasnya bertujuan untuk mendorong peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pelayanan masyarakat tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Korwil SPPG Kabupaten Lombok Timur, Agamawan Salam, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap dapur-dapur MBG di wilayahnya.
Menurutnya, pemantauan dilakukan guna memastikan apakah seluruh dapur MBG telah mengindahkan arahan pimpinan terkait kewajiban mencantumkan note rincian menu, termasuk harga dan kandungan gizi.
“Saat ini kami sedang melakukan pemantauan untuk memastikan apakah dapur-dapur MBG sudah mengindahkan perintah pimpinan mulai hari ini,” jelas Agamawan Salam.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan waktu kepada pengelola dapur untuk melakukan penyesuaian terhadap ketentuan tersebut.
“Apabila sampai hari Senin belum juga ada perubahan, maka kami akan menindaklanjutinya dengan membuat laporan khusus atau lapsus sebagai bahan evaluasi,” tegasnya.
Dengan adanya perhatian dari masyarakat serta respons dari pihak koordinator wilayah, diharapkan seluruh dapur MBG di Kabupaten Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Jerowaru, dapat segera menerapkan pencantuman note rincian harga dan kandungan gizi pada setiap menu sajian. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program pelayanan publik.(SKL).