Kebakaran Hanguskan 3 Rumah di Dusun Aruinak, Warga Butuh Hunian Layak
Sekaroh, 26 Maret 2026_Musibah kebakaran melanda Dusun Aruinak, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Peristiwa ini menghanguskan 3 unit rumah warga dan menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan keterangan di lapangan, kebakaran diduga berasal dari tabung gas yang kemudian memicu api membesar. Kondisi bangunan yang mayoritas berbahan mudah terbakar serta angin kencang mempercepat penyebaran api ke rumah lainnya.
Warga setempat berupaya memadamkan api secara swadaya menggunakan ember dan peralatan seadanya. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WITA setelah upaya bersama masyarakat dan bantuan petugas pemadam kebakaran.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 3 rumah terbakar habis dan 2 rumah mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 5 kepala keluarga atau 17 jiwa terdampak. Tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Saat ini para korban mengungsi di rumah keluarga terdekat dan sangat membutuhkan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, air bersih, selimut, serta perlengkapan anak-anak.
Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, turut menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kondisi di lapangan, rumah-rumah yang terbakar sebagian besar merupakan bangunan dengan dinding pagar anyaman bambu yang tergolong tidak layak huni.
“Melihat kondisi tersebut, rumah warga sebenarnya sudah layak masuk dalam kategori penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Dinas Perkim Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap agar Dinas Perkim dapat segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen dan melihat kondisi riil masyarakat terdampak.
“Dengan mempertimbangkan kerugian yang dialami serta kondisi warga yang saat ini tidak memiliki tempat tinggal, kami sangat berharap adanya perhatian khusus dari dinas terkait. Semoga para korban bisa mendapatkan program RTLH atau bantuan rumah layak huni,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi masyarakat terdampak memang membutuhkan penanganan cepat dan serius agar mereka dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.
Sementara itu, pemerintah desa bersama pihak terkait telah melakukan langkah awal berupa pemadaman, evakuasi korban, serta koordinasi untuk penanganan lanjutan. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala seperti keterbatasan sumber air, minimnya peralatan pemadam, dan kondisi angin yang mempercepat penyebaran api.
Diharapkan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, khususnya instansi terkait, agar proses pemulihan pascakebakaran dapat segera dilakukan dan warga terdampak bisa kembali menjalani kehidupan secara normal.