Lombok Timur October 10, 2026

RSPK Keruak Disorot, KNPI dan GLL Tuntut Klarifikasi!

SUANDI YUSUP
SUANDI YUSUP
Admin 5 min read
RSPK Keruak Disorot, KNPI dan GLL Tuntut Klarifikasi!
RSPK Keruak Disorot, KNPI dan GLL Tuntut Klarifikasi!

LOMBOK TIMUR, SKALAMEDIA.COM — Sabtu, 10 Oktober 2026. Laporan keluarga pasien terkait kondisi seorang pasien yang mengalami kesulitan bernapas setelah menjalani operasi batu empedu di Rumah Sakit Patuh Karya (RSPK) Keruak, Kabupaten Lombok Timur, mendapat perhatian dari DPK KNPI Keruak dan Yayasan Gawah Lauq Lombok.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Umum Yayasan Gawah Lauq Lombok, Ayunan SH, bersama Wakil Ketua KNPI Lombok Timur, Muhrim Rajasa, mendatangi RSPK Keruak untuk meminta klarifikasi mengenai kronologi kejadian dan penanganan medis yang diberikan kepada pasien.

Kedatangan kedua organisasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, profesional, transparan, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Suami Pasien Ceritakan Kronologi Pasc operasi

Muh. Takdir, warga Desa Pandan Wangi yang merupakan suami pasien, menceritakan bahwa istrinya menjalani operasi batu empedu pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut keterangannya, sekitar pukul 10.00 WITA, istrinya masuk ke ruang operasi. Sekitar pukul 13.00 WITA, istrinya keluar dari ruang operasi dan kemudian dibawa ke ruang perawatan.

Takdir mengaku merasa lega dan bahagia karena tindakan operasi istrinya telah selesai. Namun, situasi tersebut berubah menjadi kepanikan ketika ia mendapati istrinya mengalami kesulitan bernapas.

“Alhamdulillah, saya sangat lega dan bahagia karena istri saya sudah selesai operasi. Setelah itu, saya menunggu di ruangan karena istri saya belum sadar. Akhirnya saya sempat tertidur karena kelelahan,” ungkap Takdir.

Ia mengatakan, dirinya kemudian terbangun setelah mendengar kondisi pernapasan istrinya yang menurutnya tidak normal.

“Saya langsung bangun dan panik melihat kondisi istri saya seperti sedang sekarat. Saya langsung memanggil petugas yang ada di sana,” tuturnya.

Menurut Takdir, setelah petugas datang melihat kondisi istrinya, perawat kemudian memasangkan infus. Dalam keadaan panik, ia mengaku mempertanyakan tindakan tersebut karena khawatir melihat kondisi istrinya.

“Saya orang awam yang tidak memahami medis. Saya bertanya dengan suara agak keras karena panik melihat kondisi istri saya yang kesulitan bernapas,” katanya.

Keterangan tersebut merupakan penuturan suami pasien. Penyebab kesulitan bernapas dan kesesuaian penanganan medis yang diberikan masih memerlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit serta pemeriksaan berdasarkan informasi medis yang relevan.

Ayunan SH: Keselamatan Pasien Harus Menjadi Prioritas

Ketua Umum Yayasan Gawah Lauq Lombok, Ayunan SH, mengatakan dirinya menerima laporan langsung dari Muh. Takdir. Setelah melaksanakan salat Isya, ia bersama Wakil Ketua KNPI Lombok Timur, Muhrim Rajasa, mendatangi RSPK Keruak untuk meminta penjelasan mengenai kejadian yang dialami istri Takdir.

Ayunan menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat terkait pelayanan kesehatan harus ditanggapi secara serius, terutama ketika menyangkut kondisi pasien yang mengalami kesulitan bernapas setelah menjalani operasi.

“Ini persoalan serius karena menyangkut keselamatan manusia. Kami tidak ingin langsung menyimpulkan siapa yang salah, tetapi pihak rumah sakit harus memberikan penjelasan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Keluarga pasien berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Ayunan.

Ia menyampaikan bahwa Gawah Lauq Lombok akan segera melayangkan surat resmi kepada pimpinan RSPK Keruak untuk meminta klarifikasi mengenai kronologi kejadian, penanganan pasien, dan langkah evaluasi yang akan dilakukan oleh manajemen rumah sakit.

“Kami akan bersurat secara resmi untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku. Jika nantinya ditemukan bukti adanya kelalaian, kami akan mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum,” ujarnya.

Menurut Ayunan, langkah tersebut bertujuan memastikan persoalan ditangani secara objektif dan menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Muhrim Rajasa Minta Manajemen Rumah Sakit Bertindak Transparan

Wakil Ketua KNPI Lombok Timur, Muhrim Rajasa, turut menyampaikan keprihatinan atas laporan keluarga pasien. Ia meminta manajemen rumah sakit memberikan perhatian serius terhadap setiap keluhan masyarakat dan memastikan pelayanan berjalan sesuai standar yang berlaku.

Menurutnya, keluarga pasien membutuhkan penjelasan yang memadai, terutama terkait penanganan ketika pasien mengalami kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.

“Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap pasien, tentu harus jelas bagaimana penanganannya dan siapa yang bertanggung jawab sesuai ketentuan. Kami meminta manajemen rumah sakit memberikan penjelasan secara transparan,” tegas Muhrim.

Ia juga meminta agar keluhan masyarakat yang dapat diverifikasi ditindaklanjuti melalui mekanisme pengaduan yang jelas, pemeriksaan internal, dan evaluasi pelayanan.

Muhrim menekankan bahwa keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikalahkan oleh persoalan administratif maupun kendala pelayanan.

Direktur RSPK Belum Memberikan Tanggapan Resmi

Untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan, SkalaMedia.com telah berupaya menghubungi Direktur RSPK Keruak guna meminta tanggapan resmi terkait laporan keluarga pasien tersebut.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban resmi yang diterima redaksi.

SkalaMedia.com membuka ruang bagi Direktur RSPK Keruak, manajemen rumah sakit, maupun tenaga medis terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai kronologi serta penanganan pasien, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan medis.

Perlu ditegaskan bahwa laporan keluarga pasien belum membuktikan adanya kelalaian medis. Penilaian terhadap dugaan tersebut memerlukan pemeriksaan menyeluruh berdasarkan rekam medis, keterangan tenaga kesehatan, kronologi penanganan, serta hasil pemeriksaan pihak yang berwenang.

Publik Menunggu Kejelasan

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya menyangkut tindakan pengobatan, tetapi juga pemantauan kondisi pasien, komunikasi dengan keluarga, dan respons terhadap keadaan yang membutuhkan perhatian segera.

Masyarakat berharap manajemen RSPK Keruak dapat memberikan penjelasan secara terbuka, profesional, dan bertanggung jawab agar keluarga pasien memperoleh kepastian atas kejadian yang dilaporkan.

Bagi KNPI Keruak dan Gawah Lauq Lombok, permintaan klarifikasi ini merupakan bagian dari kontrol sosial sekaligus upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Lombok Timur.

Kini, publik menunggu penjelasan resmi dari manajemen RSPK Keruak. Transparansi, evaluasi objektif, dan komitmen terhadap keselamatan pasien menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

SKALAMEDIA.COM — Kritis, Berimbang, dan Berintegritas.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...