Kecamatan June 30, 2026

Pentas Seni Rudat Jadi Media Sosialisasi Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
Pentas Seni Rudat Jadi Media Sosialisasi Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone
Pentas Seni Rudat Jadi Media Sosialisasi Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone

Jerowaru, Lombok Timur, 30 Juni 2026_Sosialisasi Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone dilaksanakan melalui pentas seni tradisional Rudat yang digelar selama dua malam di dua desa, yakni Desa Pemongkong dan Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Koordinator Pembentukan Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone, Junaidi atau yang akrab disapa Jun Gibel, menjelaskan bahwa pemilihan seni Rudat sebagai media sosialisasi merupakan hasil musyawarah dan pertimbangan bersama. Menurutnya, Rudat dipilih karena merupakan kesenian yang digemari oleh semua usia dan kalangan masyarakat, sehingga pesan-pesan pelestarian lingkungan dapat diterima dengan baik.

"Setelah melalui berbagai pertimbangan bersama rekan-rekan, kami memutuskan menggelar pentas seni Rudat karena kesenian ini disenangi oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah penerapan Awik-Awik Teluk Kecebing dan Telone berada dalam kawasan administratif dua desa, yaitu Desa Pemongkong dan Desa Sekaroh. Oleh sebab itu, pelaksanaan pentas seni dilakukan selama dua malam, malam pertama di Desa Pemongkong dan malam kedua di Desa Sekaroh.

Sementara itu, Ketua LPA2TKT, Rahnan, berharap dukungan dari unsur pemerintah serta aparat TNI dan Polri agar implementasi Awik-Awik dapat berjalan sesuai dengan rencana. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem laut serta menegakkan aturan yang sejalan dengan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami berharap pemerintah, TNI, dan Polri dapat terus mendukung pelaksanaan Awik-Awik ini demi terwujudnya kelestarian ekosistem laut dan tegaknya hukum sesuai aturan yang berlaku," ungkap Rahnan.

Pada kesempatan tersebut, Camat Jerowaru, Sirah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam upaya menjaga dan melestarikan sumber daya laut.

"Laut adalah warisan bagi generasi mendatang. Karena itu, kita harus bersama-sama melindunginya agar anak cucu kita kelak masih dapat menikmati dan memanfaatkan kekayaan laut yang ada," tuturnya.

Melalui pendekatan budaya lokal seperti seni Rudat, sosialisasi Awik-Awik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Teluk Kecebing dan Telone demi kesejahteraan nelayan serta keberlangsungan ekosistem laut di masa depan.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...