Pemuda 23 Tahun Dipercaya Jadi Kepala Dusun Di Lombok Barat, Patahkan Anggapan Usia Adalah Syarat Kepieminpinan
Lombok Barat – Anggapan bahwa kepemimpinan di tingkat dusun harus diisi oleh sosok yang berusia matang dan berpengalaman panjang akhirnya dipatahkan oleh Muhammad Arosyid. Pemuda berusia 23 tahun asal Dusun Mekar Sari, Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, kini resmi mengemban amanah besar sebagai Kepala Dusun, membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat tidak diukur dari angka usia, melainkan dari kapasitas dan integritas diri.
Di usia yang masih sangat muda, Arosyid terpilih dan dipercaya warga untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan. Langkah ini menjadi catatan istimewa di wilayah tersebut, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kedekatan dengan masyarakat, ketulusan hati, dan kemampuan berpikir dewasa mampu mengalahkan keraguan yang sempat muncul karena usianya yang masih belia.
Menjabat sebagai Kepala Dusun bukanlah tugas yang ringan. Posisi ini menuntut tanggung jawab ganda: membantu menjalankan administrasi pemerintahan desa sekaligus menjadi garda terdepan penyelesaian masalah sosial di tengah masyarakat. Mulai dari perselisihan antarwarga, konflik rumah tangga, urusan pernikahan, hingga sengketa batas wilayah, hampir seluruh persoalan warga bermuara ke meja kepala dusun untuk dicarikan jalan keluar.
Berada di tengah tantangan yang berat tersebut, Arosyid justru membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang. Ia hadir sebagai pendengar yang baik, penengah yang bijak, dan pelayan yang sigap. Semangatnya yang tinggi serta kemampuannya berbaur dengan berbagai kalangan masyarakat membuatnya mampu mengayomi warga dengan cara yang dinamis dan menyentuh hati.
Kepercayaan besar yang diberikan kepada Arosyid menjadi sinyal positif bagi regenerasi kepemimpinan di pedesaan. Di saat banyak pemuda seusianya masih sibuk mencari arah dan pengalaman hidup, pemuda ini justru telah memikul amanah untuk memajukan lingkungannya. Ia menjadi representasi nyata bahwa generasi muda memiliki ruang luas untuk berperan aktif dalam pembangunan desa.
Kisah Muhammad Arosyid memberikan pesan inspiratif bagi seluruh masyarakat, khususnya para pemuda. Ia membuktikan bahwa pengabdian tidak pernah menunggu usia tua. Kepercayaan masyarakat akan selalu berlabuh kepada siapa saja, tanpa memandang usia, selama orang tersebut memiliki komitmen kuat, rasa tanggung jawab tinggi, dan ketulusan hati untuk melayani sesama.