Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUD Selong, RSUP NTB Nyatakan Ruang Perawatan Penuh
Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUD Selong, RSUP NTB Nyatakan Ruang Perawatan Penuh
Lombok Timur, 23 Januari 2026.
Seorang pasien anak asal Desa Brongkolon, Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, bernama Marwah Alya (7) dilaporkan dalam kondisi kritis usai mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan gegar otak berat dan koma.
Pasien sempat mendapat penanganan awal di rumah sakit daerah setempat, sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi NTB (RSUP NTB) untuk penanganan lanjutan. Namun, berdasarkan keterangan pihak keluarga, rujukan tersebut belum dapat diterima dengan alasan keterbatasan ruang perawatan, sehingga pasien akhirnya dialihkan dan ditangani di RSUD Raden Soejono Selong, Kabupaten Lombok Timur.
Rosanti, bibi korban, menuturkan bahwa kondisi Alya membutuhkan penanganan cepat dan maksimal.
“Anak itu sedang koma akibat penggumpalan darah di kepala. Kami sangat berharap bisa dirawat di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap,” ujarnya dengan nada lirih.
Pihak keluarga menyebutkan bahwa secara administrasi, rujukan dari rumah sakit pertama telah dikeluarkan. Namun saat dikonfirmasi, pelayanan RSUP NTB menyampaikan bahwa seluruh ruang perawatan sedang penuh, sehingga belum memungkinkan untuk menerima pasien baru.
Menanggapi hal tersebut, Dewi, salah satu staf RSUP NTB yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan kondisi keterbatasan ruang. “Izin bapak, benar saat ini semua ruangan penuh. Pasien-pasien yang dirawat rata-rata membutuhkan perawatan jangka panjang,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak RSUP NTB tidak bermaksud menolak pasien. “Bukan kami menolak, bapak. Jika dipaksakan menerima, kami khawatir pasien tidak mendapatkan tempat dan pelayanan yang layak. Saat ini di ruang transit IGD saja terdapat sekitar 14 pasien yang belum mendapatkan kamar rawat,” tambahnya, seraya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sementara itu, Aktivis kemanusiaan dari Gawah Lauk Foundation (GLF), Ayunan, menyampaikan keprihatinan dan kritik atas situasi tersebut. Ia menilai kondisi pasien yang sangat kritis seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam pelayanan kesehatan rujukan.
“Ini menyangkut rasa kemanusiaan. Pasien anak dalam kondisi koma harus mendapat perhatian serius,” ujarnya. Di sisi lain, Direktur RSUD Raden Soejono Selong menyatakan bahwa pihaknya saat ini melakukan penanganan maksimal terhadap pasien.
“Untuk sementara pasien kami rawat di RSUD Selong. Dokter spesialis kami berupaya optimal, mulai dari dokter bedah saraf, bedah toraks, dokter anak, hingga dokter anestesi,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Marwah Alya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Selong, dengan harapan kondisi pasien dapat segera stabil dan mendapatkan penanganan terbaik.(Amir)