Daerah April 24, 2026

Kolaborasi Baznas RI dan Pemkab Lotim: Kembalikan Fungsi RSUD untuk Melayani Masyarakat Kurang Mampu

AM
AM
Admin 3 min read
Kolaborasi Baznas RI dan Pemkab Lotim: Kembalikan Fungsi RSUD untuk Melayani Masyarakat Kurang Mampu
Kolaborasi Baznas RI dan Pemkab Lotim: Kembalikan Fungsi RSUD untuk Melayani Masyarakat Kurang Mampu

Lombok Timur, 24/04/26—Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) resmi menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk mentransformasi pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lombok Timur menjadi Rumah Sehat Baznas. Langkah strategis ini bertujuan mengembalikan marwah dan fungsi awal fasilitas kesehatan tersebut sebagai pusat layanan medis bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Ketua Baznas RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc, yang diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, pada Kamis (23/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan fasilitas di RSUD Lombok Timur yang berlokasi di Labuhan Haji.

Dukungan dan Apresiasi Ketua Persatuan media,Fast Resfon Indonesia Center (FRIC) Lombok Timur,Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menjalin kolaborasi ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk FRICK Lotim. Ketua Fast Resfon Indonesia Center (FRIC) Lombok Timur,M.Aminullah,S.Si,menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif Pemkab Lotim dalam mengamankan fasilitas kesehatan bagi rakyat kecil.

"Kami dari FRIC Lombok Timur sangat mengapresiasi langkah cepat dan taktis Bupati dalam menggandeng Baznas RI. Ini adalah solusi konkret bagi masyarakat kurang mampu agar tetap mendapatkan akses kesehatan yang berkualitas. Transformasi menjadi Rumah Sehat Baznas adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk kepentingan umat," tegas M.Aminullah.

Kembalikan Sejarah Dana Umat Bupati H.Haerul Warisin menjelaskan bahwa RSUD Lombok Timur memiliki sejarah panjang yang erat dengan dana umat. Dibangun pada 2017 di atas lahan Pemda dengan biaya sekitar Rp30 miliar, seluruh anggaran awalnya bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Lombok Timur melalui Bazda.

"Kami berharap dengan pengelolaan di bawah Baznas RI dan perubahan status menjadi Rumah Sehat Baznas, rumah sakit ini dapat kembali ke fungsi asalnya, yaitu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa hambatan biaya," ujar Bupati Haerul Warisin. Target Realisasi Tahun Ini Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyatakan optimisme bahwa pengalihan status ini akan dieksekusi secepat mungkin. Ia menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari visi baru Baznas untuk mengubah pola bantuan dari sekadar santunan (charity) menjadi pemberdayaan yang melembaga. "Kalau ini sudah masuk rencana kerja anggaran dari pimpinan sebelumnya, maka bisa langsung dieksekusi tahun ini. Jika belum, realisasinya paling lambat pada anggaran perubahan sekitar bulan September tahun ini," tegas Sodik. Solusi Infrastruktur Kesehatan Transformasi ini juga menjadi solusi bagi penataan layanan kesehatan di Lombok Timur.

Dengan dialihkannya RSUD Labuhan Haji menjadi Rumah Sehat Baznas, Pemkab Lotim berencana memindahkan operasional RSUD ke wilayah Masbagik guna menjangkau populasi di kawasan Masbagik, Pringgasela, dan Sukamulia secara lebih optimal. Saat ini, RSUD Lombok Timur merupakan rumah sakit tipe D dengan 75 tempat tidur dan telah terakreditasi paripurna. Dalam proses transisi ini, Baznas RI berkomitmen untuk menutupi kebutuhan alat kesehatan (alkes) yang belum terpenuhi, mengingat bantuan dari pusat baru direncanakan terealisasi pada 2027.

Langkah kolaboratif ini menandai era baru pengelolaan zakat di bawah kepemimpinan Sodik Mudjahid sejak Maret 2026, dengan fokus utama pada penguatan layanan kesehatan yang inklusif dan melembaga di tingkat daerah.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...