Lombok Timur March 24, 2026

Kelangkaan LPG 3 Kg Pasca Lebaran, Komunitas Pelayan Masyarakat Desak Pemerintah Hadirkan Solusi Cepat dan Tepat

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
Kelangkaan LPG 3 Kg Pasca Lebaran, Komunitas Pelayan Masyarakat Desak Pemerintah Hadirkan Solusi Cepat dan Tepat
Kelangkaan LPG 3 Kg Pasca Lebaran, Komunitas Pelayan Masyarakat Desak Pemerintah Hadirkan Solusi Cepat dan Tepat

Lombok Timur, 24 Maret 2026_Kelangkaan LPG 3 kilogram yang terjadi beberapa hari pasca Idul Fitri di sejumlah wilayah, khususnya di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, menuai perhatian dari Komunitas Pelayan Masyarakat. Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah warga yang sangat bergantung pada ketersediaan gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat, Irfan Muliadi, menyampaikan bahwa LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan dasar yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil masyarakat. Oleh karena itu, kelangkaan yang terjadi tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa, melainkan harus segera ditangani secara serius dan terukur.

“Kami melihat langsung di lapangan, masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram. Bahkan di beberapa titik, harga mulai bergerak naik dari ketentuan yang seharusnya. Ini tentu sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah bersama pihak terkait perlu segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi situasi tersebut, dengan tetap berpedoman pada aturan yang berlaku serta prinsip keadilan dalam distribusi. Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan agar kelangkaan tidak berlarut-larut dan berdampak lebih luas terhadap kehidupan masyarakat.

Komunitas Pelayan Masyarakat juga mendorong adanya peningkatan pengawasan terhadap jalur distribusi, mulai dari tingkat agen hingga pangkalan, guna memastikan tidak terjadi penyimpangan seperti penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET).

Selain itu, transparansi informasi terkait ketersediaan stok dan jadwal distribusi dinilai penting untuk menghindari kepanikan di tengah masyarakat. Dengan informasi yang jelas, warga diharapkan dapat memperoleh akses LPG secara lebih tertib dan merata.

“Kami berharap pemerintah benar-benar hadir dalam situasi ini, memberikan solusi yang bijak dan bertanggung jawab. Karena bagi masyarakat, LPG 3 kilogram bukan sekadar kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari keberlangsungan hidup sehari-hari,” tambahnya.

Komunitas Pelayan Masyarakat juga mengajak seluruh elemen, baik aparat, distributor, maupun pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga integritas dalam proses distribusi serta mengutamakan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi.

Dengan adanya langkah-langkah nyata dari pemerintah dan dukungan semua pihak, diharapkan ketersediaan LPG 3 kilogram dapat kembali normal, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan stabilitas sosial tetap terjaga.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...