Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo, Yayasan Gawah Lauk Lombok (GLL) Perketat Pengawalan Hak Penerima Makan Bergizi Gratis (MBG)
LOMBOK TIMUR, 2 Maret 2026 – Dalam rangka menyukseskan pilar utama pembangunan sumber daya manusia, Yayasan Gawah Lauk Lombok (GLL) secara resmi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diwujudkan melalui pengawasan ketat demi menjamin hak-hak seluruh penerima manfaat di berbagai pelosok tanah air. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bahwa setiap paket makanan yang didistribusikan memenuhi standar nutrisi yang ditetapkan serta sampai tepat sasaran tanpa hambatan administratif maupun teknis. Yayasan GLL bersama jajaran terkait yang berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat. Memberikan dukungan penuh serta melakukan pengawalan dan penjagaan hak-hak penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Implementasi pengawasan dilakukan secara nasional, dengan fokus utama pada sekolah-sekolah dan wilayah prioritas di seluruh Indonesia. Komitmen pengawalan ini ditegaskan mulai Maret 2026, seiring dengan akselerasi program prioritas di tahun berjalan. Untuk memastikan keberhasilan program Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda serta mencegah adanya penyalahgunaan atau ketidaktepatan sasaran dalam distribusi. Melalui pembentukan tim pemantau lapangan, pembukaan kanal pengaduan masyarakat, serta koordinasi berkala dengan penyedia jasa logistik dan pihak sekolah. Pernyataan Resmi "Kami berdiri tegak di belakang visi Presiden Prabowo Subianto. Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar pembagian makanan, melainkan investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, tugas kami adalah memastikan tidak ada satu pun hak anak bangsa yang terabaikan dalam proses ini," ujar AYUNAN Ketua Umum GLL. Tentang Program MBG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif unggulan pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Dengan sinergi antara pemerintah dan lembaga pengawas, diharapkan program ini menjadi katalisator menuju Indonesia Emas 2045.(Heri S)