Lombok Timur May 17, 2026

Di Tengah Duka, Bukti Nyata Kepedulian, Mahdan, S.H. Hadir Menguatkan Warga dalam Syafaatul Ikhwan di Keruak

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Di Tengah Duka, Bukti Nyata Kepedulian, Mahdan, S.H. Hadir Menguatkan Warga dalam Syafaatul Ikhwan di Keruak
Di Tengah Duka, Bukti Nyata Kepedulian, Mahdan, S.H. Hadir Menguatkan Warga dalam Syafaatul Ikhwan di Keruak

Keruak, Lombok Timur, 17 Mei 2026_Kehadiran Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur, Mahdan, S.H., dalam rangkaian Syafaatul Ikhwan dzikir dan doa malam ke-4 atas wafatnya Almarhum Amak Rusdi di Dusun Montong Aru, Desa Setungkep Linsar, Kecamatan Keruak, menjadi cerminan nyata bahwa kepedulian seorang pemimpin tidak berhenti pada kata-kata, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang berduka.

Didampingi oleh TGH Sopiandy, Lc., M.A. dan dihadiri masyarakat setempat, suasana berlangsung khidmat, penuh nuansa spiritual, serta sarat dengan kehangatan kebersamaan. Momentum tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wujud empati sosial yang tulus sebuah kepedulian yang nilainya jauh melampaui retorika.

Dalam kesempatan itu, Mahdan, S.H. menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga Almarhum: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berduka cita atas wafatnya Almarhum Amak Rusdi. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab seorang wakil rakyat bukan hanya hadir dalam ruang kebijakan, tetapi juga dalam kepekaan kemanusiaan. Kehadiran di tengah suasana duka menjadi bentuk kepemimpinan yang paling tulus dan bermakna.

Sementara itu, dalam kultum yang disampaikan, TGH Sopiandy, Lc., M.A. mengingatkan jamaah tentang hakikat kehidupan dan kematian. Beliau menegaskan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditunda, dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Ia juga menekankan bahwa menghibur keluarga yang berduka merupakan ibadah sosial yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.

Lebih jauh, beliau mengingatkan pentingnya doa seorang anak kepada orang tua yang telah wafat sebagai amal jariyah yang tidak pernah terputus. Doa anak saleh, menurutnya, menjadi cahaya di alam kubur, meringankan hisab, dan meninggikan derajat orang tua di sisi Allah SWT.

“Ketika orang tua telah tiada, maka jangan pernah putus hubungan bakti. Doa anak adalah hadiah terbaik yang terus sampai, bahkan ketika dunia telah dipisahkan oleh kematian,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah agar tidak hanya hadir dalam dzikir dan doa secara seremonial, tetapi menjadikan momentum tersebut sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta memperkuat hubungan dengan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah berpulang.

Atas nama keluarga, disampaikan pula apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus atas kehadiran seluruh pihak, khususnya kepada Mahdan, S.H., yang telah meluangkan waktu hadir secara langsung memberikan dukungan moril di tengah suasana duka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran, doa, dan perhatian yang diberikan. Ini menjadi penguat bagi keluarga kami di tengah duka. Semoga segala kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang berlipat.”

Kegiatan ini kembali menegaskan satu hal penting: kedekatan seorang pemimpin dengan rakyat tidak diukur dari banyaknya janji atau kata-kata, melainkan dari kehadiran nyata di saat masyarakat membutuhkan. Di tengah duka, kepedulian menemukan maknanya yang sejati, dan doa menjadi jembatan yang tidak pernah terputus antara yang hidup dan mereka yang telah berpulang. (MS)

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...