Lombok Timur August 20, 2026

Dari Sembalun, Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih Nasional, Titiek Soeharto hingga Mentan Turut Hadir

Heri S.
Heri S.
Admin 5 min read
Dari Sembalun, Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih Nasional, Titiek Soeharto hingga Mentan Turut Hadir
Dari Sembalun, Polri Perkuat Swasembada Bawang Putih Nasional, Titiek Soeharto hingga Mentan Turut Hadir

LOMBOK TIMUR — Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi titik penting gerakan memperkuat swasembada bawang putih nasional.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar penanaman bawang putih secara serentak di sejumlah wilayah Polda, yang dipusatkan di Sembalun, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan panen raya bawang putih serta peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran pejabat terkait.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara Polri, pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah dan kelompok tani dalam mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional.

Kapolri: Indonesia Harus Mandiri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, gerakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Sigit, situasi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri.

“Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini beliau menyampaikan bahwa kita harus mandiri terutama di bidang ketahanan pangan,” ujar Sigit.

Polri, kata Sigit, berupaya mengambil bagian dalam agenda tersebut dengan mendorong pengembangan komoditas bawang putih bersama kelompok tani di berbagai daerah.

279,5 Hektare Ditanami, 2.174 Petani Terlibat

Dalam gerakan penanaman serentak tersebut, bawang putih ditanam pada lahan sekitar 279,5 hektare yang tersebar di 59 Polres pada 14 Polda.

Program itu melibatkan 110 kelompok tani dengan jumlah petani mencapai 2.174 orang.

Dari total lahan tersebut, potensi produksi diperkirakan mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih. Penanaman serentak ini juga tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penanaman bawang putih secara serentak di lahan terluas.

NTB menjadi wilayah dengan areal penanaman terbesar dalam gerakan tersebut.

Di wilayah Polda NTB, penanaman mencapai 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton bawang putih.

Selain NTB, penanaman juga dilakukan di sejumlah wilayah seperti Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Sumatera Barat, Aceh, Bengkulu, Bali, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Sembalun Panen 1.050 Ton

Di Sembalun, kegiatan tidak hanya diisi dengan penanaman. Polri bersama pemerintah dan kelompok tani juga melaksanakan panen raya bawang putih.

Panen dilakukan pada lahan seluas sekitar 105 hektare dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton bawang putih.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan groundbreaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri yang memiliki luas sekitar 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 300 ton bawang putih.

Keberadaan gudang tersebut diharapkan memperkuat sistem pascapanen, terutama dalam menjaga kualitas hasil produksi sebelum diserap dan didistribusikan ke pasar.

Titiek Soeharto: Jangan Berhenti pada Seremonial

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan perhatian terhadap gerakan penanaman bawang putih tersebut.

Titiek menilai Indonesia memiliki peluang untuk kembali mencapai swasembada bawang putih seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

Menurutnya, penanaman serentak di berbagai daerah harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Ia juga mendorong agar pengembangan bawang putih dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi, benih, teknologi pertanian, pendampingan petani hingga penguatan pasar.

Mentan Siapkan Dukungan Rp55 Miliar

Dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan bawang putih di Lombok Timur juga diperkuat Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Kementan menyiapkan dukungan anggaran lebih dari Rp55 miliar untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih di Sembalun.

Dukungan tersebut antara lain diarahkan untuk pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare dengan nilai sekitar Rp52,64 miliar.

Selain itu, Kementan memberikan dukungan berupa 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand tractor dan 17 unit pompa air.

Amran juga menegaskan dukungan terhadap penyediaan benih akan terus diperkuat guna menunjang peningkatan produksi bawang putih dalam negeri.

Zulhas: Bukan Hanya Perluasan Lahan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bawang putih tidak cukup hanya dengan memperluas lahan.

Menurutnya, pemerintah perlu membangun ekosistem produksi yang kuat, mulai dari peningkatan produktivitas petani, penyimpanan, distribusi hingga kepastian pasar.

Panen raya di Sembalun, kata Zulhas, menjadi salah satu contoh bahwa penguatan sentra produksi di daerah dapat menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dari Sembalun untuk Indonesia

Sembalun memiliki posisi strategis dalam pengembangan bawang putih NTB. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu penopang produksi bawang putih nasional.

Gerakan yang dilakukan Polri bersama pemerintah dan kelompok tani diharapkan tidak berhenti pada penanaman dan panen.

Yang lebih penting adalah memastikan petani mendapatkan dukungan dari hulu hingga hilir, mulai dari ketersediaan benih, sarana produksi, teknologi, pendampingan, pengolahan pascapanen hingga kepastian penyerapan hasil.

Dengan begitu, gerakan swasembada bawang putih tidak hanya menghasilkan angka produksi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dari Sembalun, Lombok Timur, pesan yang dibawa cukup jelas: swasembada pangan membutuhkan kerja bersama, konsistensi dan keberlanjutan.

Polri, pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah dan petani kini berada dalam satu gerakan untuk mengembalikan kejayaan bawang putih Indonesia.

SkalaMedia.com — Tajam Mengabarkan, Berimbang Memberitakan.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...