Kecamatan March 29, 2026

Dari Vakum ke Aksi: Workshop Mini LPATJ Bongkar Total Tata Kelola Teluk Jor

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
Dari Vakum ke Aksi: Workshop Mini LPATJ Bongkar Total Tata Kelola Teluk Jor
Dari Vakum ke Aksi: Workshop Mini LPATJ Bongkar Total Tata Kelola Teluk Jor

Ahad, 29 Maret 2026, menjadi titik balik krusial bagi kebangkitan kelembagaan lokal Teluk Jor. Bertempat di Lesehan Seafood Telong Elong, sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai, seluruh pengurus LPATJ hadir dalam Workshop Mini yang diinisiasi oleh LPSDN (Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan). Forum ini tidak sekedar seremonial, melainkan ruang konsolidasi serius untuk merumuskan langkah strategis reaktivasi LPATJ secara terarah dan berdampak.

Workshop menegaskan bahwa reaktivasi LPATJ harus dibangun di atas fondasi komitmen kolektif, kejelasan struktur, dan keberanian mengambil peran. Hasil pertemuan menghasilkan sejumlah keputusan strategis: reshuffle pengurus sebagai bentuk penyegaran organisasi, penyusunan RKTL sebagai arah kerja konkret, serta penguatan posisi LPATJ sebagai representasi local wisdom di dua Desa—Jerowaru dan Paremas. Lebih jauh, forum menetapkan bahwa seluruh aktivitas yang berkaitan dengan wilayah Teluk Jor wajib memperoleh izin dari LPATJ. Ini menjadi penegasan otoritas kelembagaan berbasis awik-awik yang selama ini cenderung terabaikan. Sinergi juga diperluas melalui pelibatan BKD di masing-masing desa guna memperkuat koordinasi lintas elemen.

Dari sisi kelembagaan, disepakati mekanisme seleksi bakal calon pengurus sebelum pengukuhan, serta pendampingan oleh pengurus lama sebagai upaya menjaga kesinambungan organisasi. Untuk mendukung operasional, Kantor Dermaga Perhubungan Telong Elong ditetapkan sebagai sekretariat sementara. Perhatian dari kalangan akademisi seperti IPB dan BRINS menegaskan bahwa tata kelola LPATJ memiliki kompleksitas tinggi, khususnya dalam penataan ruang laut Teluk Jor. Oleh karena itu, penyusunan SOP berbasis data dan fakta dengan pendekatan SWOT menjadi kebutuhan mendesak.

Forum juga secara jujur mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang selama ini menghambat kinerja lembaga. Sebagai jawaban, ditegaskan pentingnya regenerasi, sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan finansial lembaga agar LPATJ mampu berdiri mandiri secara operasional. Sebagai langkah strategis lanjutan, LPATJ juga mendorong keterlibatan aktif pemerintah dalam penataan dan pemanfaatan ruang laut dengan melibatkan LPSDN sebagai mitra kolaboratif.

Workshop ini menegaskan satu hal: LPATJ tidak boleh lagi sekedar ada secara administratif, tetapi harus hadir sebagai kekuatan nyata yang mengawal kedaulatan ruang, menjaga nilai awik-awik, dan memastikan keberlanjutan Teluk Jor.(SkalaNTB:MS).

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...