Nasional April 05, 2026

Bawa Amanah Rakyat NTB, Muhrim Rajasa Tegaskan Sikap: Resmi Antarkan 'Raport Merah' 9 Poin Tuntutan ke Istana

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Bawa Amanah Rakyat NTB, Muhrim Rajasa Tegaskan Sikap: Resmi Antarkan 'Raport Merah' 9 Poin Tuntutan ke Istana
Bawa Amanah Rakyat NTB, Muhrim Rajasa Tegaskan Sikap: Resmi Antarkan 'Raport Merah' 9 Poin Tuntutan ke Istana

SOLO, Jawa Tengah – 4 April 2026,SkalaNTB Media

Dalam sebuah langkah politik yang berani dan penuh penegasan sikap, Muhrim Rajasa, tokoh masyarakat dari Nusa Tenggara Barat (NTB), hari ini secara resmi menyerahkan berkas "Raport Merah" berisi 9 poin tuntutan rakyat NTB ke Pemerintahan Pusat. Dokumen penting yang merangkum aspirasi dan evaluasi kritis masyarakat terhadap kinerja pemerintah ini diterima langsung oleh perwakilan Istana Kepresidenan di Solo, Jawa Tengah.

​Acara penyerahan yang berlangsung khidmat pada pukul 09.00 WIB ini menjadi puncak dari serangkaian konsolidasi dan penyaringan aspirasi yang dilakukan oleh Muhrim Rajasa bersama berbagai elemen masyarakat NTB selama beberapa bulan terakhir. Kehadiran Muhrim Rajasa di Solo, kota basis penting pemerintahan saat ini, menegaskan keseriusan dan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan masyarakat NTB langsung ke jantung pengambilan keputusan. ​Menegakkan Marwah dan Memperjuangkan Hak Rakyat ​Sikap tegas Muhrim Rajasa ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas lambatnya penanganan berbagai isu krusial di NTB.

Sembilan poin tuntutan yang tertuang dalam "Raport Merah" tersebut mencakup evaluasi kritis dan tuntutan aksi nyata di berbagai sektor, di antaranya:

​Realisasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Vital: Tuntutan terhadap percepatan proyek strategis yang selama ini dinilai lamban, menghambat mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

​Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar dan Spesialistik: Meminta perhatian serius terhadap aksesibilitas, fasilitas, dan ketersediaan tenaga medis yang memadai di seluruh wilayah NTB.

​Reformasi Pendidikan,Kesejahteraan Guru dan Beasiswa Tepat sasaran: Menuntut sistem pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan lokal serta distribusi beasiswa yang transparan dan benar-benar menjangkau siswa berprestasi dan kurang mampu.

​Optimalisasi Sektor Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat: Mendesak agar pengembangan pariwisata memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, bukan sekadar dinikmati oleh korporasi besar.

​Perlindungan Lingkungan dan Sumber Daya Alam: Menuntut tindakan tegas terhadap praktik yang merusak lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan, yang merugikan masyarakat NTB.

​Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Nelayan: Menuntut kebijakan harga komoditas yang adil, akses mudah ke sarana produksi, dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

​Pemberdayaan UMKM dan Koperasi: Mendesak kemudahan akses permodalan, pelatihan, dan pendampingan pasar yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di NTB.

​Penyelesaian Sengketa Tanah dan Pengakuan Hak Ulayat: Menuntut penyelesaian konflik lahan yang berkeadilan dan pengakuan yang lebih kuat terhadap hak-hak masyarakat adat atas tanah ulayat mereka. ​Transparansi dan Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan Daerah: Mendesak perbaikan dalam tata kelola pemerintahan untuk mencegah korupsi dan memastikan penggunaan anggaran daerah yang tepat sasaran dan berpihak pada rakyat.

​Komitmen untuk Mengawal Tuntutan ​Dalam pernyataannya usai menyerahkan berkas, Muhrim Rajasa menegaskan bahwa langkah ini bukanlah sekadar simbolis, melainkan awal dari perjuangan yang lebih terstruktur. "Raport Merah ini adalah jeritan hati rakyat NTB. Kami membawa amanah mereka, evaluasi kritis mereka, dan harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal agar sembilan poin tuntutan ini segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat dengan tindakan nyata," tegas Muhrim Rajasa dengan penuh keyakinan. ​Dia juga menambahkan bahwa timnya telah menyiapkan mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan setiap poin tuntutan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang serius dari kementerian dan lembaga terkait. "Kami siap untuk melakukan dialog, tetapi juga siap untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas jika tidak ada respon yang memuaskan dalam waktu dekat," tambahnya.

​Penyerahan "Raport Merah" ini disambut dengan antusiasme dan harapan oleh masyarakat NTB. Langkah berani Muhrim Rajasa dianggap sebagai bukti nyata dari kepemimpinan yang responsif dan berkomitmen tinggi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Dukungan dari berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan terus mengalir, memperkuat legitimasi dan daya tekan dari sembilan poin tuntutan tersebut.

Penulis : Man Redaksi :SakalaNTB Media

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...