SOSIAL January 23, 2026

Alya Anak Umur 7 Tahun Pasien gawat darurat asal brongkolon Sumbawa Besar ditolak RSUP Mataram, Ada Apa ?

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
Alya Anak Umur 7 Tahun Pasien gawat darurat asal brongkolon Sumbawa Besar ditolak RSUP Mataram, Ada Apa ?
Alya Anak Umur 7 Tahun Pasien gawat darurat asal brongkolon Sumbawa Besar ditolak RSUP Mataram, Ada Apa ?

Lombok timur, kamis 22 januari 2026. Marwah alya, pasien kritis asal brongkolon, sumbawa terpaksa harus ditangani RSUD raden sujono selong, setelah dirujuk rumah sakit daerah sumbawa ke Rumah Sakit Provinsi NTB.

Gadis kecil mungil 7 tahun itu kini dalam keadaan kritis setelah ditabrak dan mengalami gegar otak parah. Rosanti keluarga korban menuturkan, "alya sangat membutuhkan penanganan cepat, pak. karena anak itu sedang mengalami koma akibat penggumpalan darah di kepalanya, sebut bibinya lirih."

Sementara saat media ini mengonfirmasi keluarga korban terkait prosedur rujukan, pasien sudah mendapat rujukan dari Rumah Sakit pertama tempat penanganan ke Rumah Sakit Provinsi namun pihak pelayanan kesehatan menyampaikan bahwa pihak RSUP belum bisa menerima pasien dengan alasan fasilitas kesehatan sudah penuh. Dan terpaksa dialihkan ke Rumah Sakit Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Keluarga korban berharap Rumah Sakit Provinsi dapat menerima keluarganya karena alasan fasilitas kesehatan yang lengkap sehingga korban dapat ditangani secara maksimal dengan peralatan medis yang memadai.

Dari dokumen yang ditunjukkan keluarga pasien, melalui saluran WhatsApp dan pengakuan keluarga memang menunjukkan kondisi pasien sangat kritis. Aktivis kemanusiaan gawah lauk fondation, Ayunan SH. mengecam dan mengutuk tindakan pihak Rumah Sakit Provinsi yang menolak pasien kritis asal sumbawa tersebut.

"Demi rasa kemanusiaan tindakan RSUP menolak pasien atas nama Marwah Alya, asal sumbawa tersebut sangat tidak manusiawi, dan saya menggugat gubernur NTB atas tindakan pejabat atau petugas RSUP yang menolak pasien 7 tahun yang sedang kritis itu, tegasnya mengancam.

Dewi, salah satu staf RSUP yang coba dikonfirmasi via WhatsApp menjelaskan bahwa memang kondisi semua ruangan sekarang penuh. Dan rata-rata pasien yang dirawat dalam jangka waktu lama.

"Izin bapak ampure, memang benar kami kondisinya sekarang semua ruangan penuh karena pasien-pasien yg dirawat perawatannya rata-rata lama semua bapak." Dia juga menjelaskan tidak bermaksud menolak pasien.

"kebetulan yg kami terima pasiennya butuh perawatan yg lama sehingga pergeseran pasien peluangnya kecil, jadi bukan kami mau menolak, tidak bapak, kalau kami terima kasihan pasiennya bapak tidak ada tempat." Tambahnya kapada awak media ini.

Ia juga menambahkan di ruang transit IGD ada 14 pasien belum dapat kamar untuk dirawat. Ia juga meminta maaf atas ke tidak nyamanan pasien. Namun terakhir dia meminta data pasien setelah di konfirmasi status pasien dalam keadaan koma.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...