Warga Desa Seriwe Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Sambut Core Event Festival Kaliantan 2026.
Warga Desa Seriwe Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Sambut Core Event Festival Kaliantan 2026.
Lombok Timur, 31 Januari 2026.
Menyambut pelaksanaan Core Event Festival Kaliantan 2026 yang akan berlangsung pada Februari mendatang dan dirangkai dengan tradisi Bau Nyale, masyarakat Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, turun langsung ke jalan melakukan aksi gotong royong membersihkan ruas jalan desa, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan gotong royong ini difokuskan pada pembersihan bahu dan sisi jalan yang akan dilalui masyarakat serta pengunjung dalam rangka menyukseskan Festival Kaliantan sebagai agenda budaya unggulan pesisir Lombok Timur. Sejak pagi hari, warga bersama jajaran pemuda desa tampak bahu-membahu memangkas rumput liar dan membersihkan semak belukar yang mulai menutupi badan jalan.
Kepala Desa Seriwe, Huda, mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih ruas jalan tersebut merupakan bentuk kesiapan Pemerintah Desa Seriwe dalam menyambut Festival Kaliantan yang telah ditetapkan sebagai core event dan setiap tahunnya selalu menyedot perhatian masyarakat luas.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian pemerintah desa bersama masyarakat dalam menyambut Core Event Festival Kaliantan. Kami ingin memastikan akses jalan bersih, rapi, dan nyaman, karena Desa Seriwe menjadi salah satu titik penting kegiatan festival,” ujar Huda.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Seriwe menurunkan 8 unit mesin pemotong rumput yang dioperasikan secara maksimal dengan melibatkan pemuda dan masyarakat setempat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, gotong royong ini juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam mendukung suksesnya agenda budaya besar daerah.
Lebih lanjut, Huda menjelaskan bahwa Core Event Festival Kaliantan 2026 tidak hanya menghadirkan ritual adat Bau Nyale, tetapi juga dirangkai dengan sejumlah agenda sosial dan kebudayaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Salah satu agenda penting dalam rangkaian festival tersebut adalah Deklarasi HIMAPALA (Himpunan Masyarakat Paer Lauk) yang akan dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan identitas dan persatuan masyarakat pesisir.
“Deklarasi HIMAPALA menjadi bagian penting dalam Core Event Festival Kaliantan sebagai komitmen bersama masyarakat Paer Lauk dalam menjaga nilai budaya, sosial, dan lingkungan pesisir,” jelasnya.
Selain itu, Core Event Festival Kaliantan juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal yang diketuai oleh Amak Mila. Pagelaran seni ini akan menampilkan kesenian tradisional khas Paer Lauk sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus hiburan bagi masyarakat dan para pengunjung.
Menurut panitia, rangkaian kegiatan seni dalam Festival Kaliantan diharapkan mampu menjadi ruang ekspresi bagi para seniman lokal, sekaligus memperkuat posisi Festival Kaliantan sebagai ikon budaya dan pariwisata daerah.
Kepala Desa Seriwe berharap, melalui pelaksanaan Core Event Festival Kaliantan 2026, Desa Seriwe dapat tampil sebagai desa budaya yang siap, ramah, dan berdaya saing, serta mampu menarik perhatian masyarakat luas hingga ke tingkat regional dan nasional.
“Festival Kaliantan kami harapkan menjadi momentum kebangkitan budaya, kebersamaan masyarakat, serta penguatan identitas pesisir Lombok Timur,” pungkasnya.
Kegiatan gotong royong pembersihan ruas jalan ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap sinergi antara pemerintah desa, pemuda, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat terus terjaga demi menyukseskan Core Event Festival Kaliantan 2026 dan menjadikan Desa Seriwe sebagai tuan rumah yang membanggakan.