Lombok Timur March 14, 2026

Tiga Lansia di Desa Batu Bawi Tak Pernah Dapat Bansos, Kadis Sosial Lombok Timur Selow Respon

Heri S.
Heri S.
Admin 4 min read
Tiga Lansia di Desa Batu Bawi Tak Pernah Dapat Bansos, Kadis Sosial Lombok Timur Selow Respon
Tiga Lansia di Desa Batu Bawi Tak Pernah Dapat Bansos, Kadis Sosial Lombok Timur Selow Respon

Lombok timur-Keadaan memilukan menimpa tiga lansia asal desa batu bawi, kecamatan jerowaru. Di usia sangat sepuh, minah, rumilah, dan nurinah harus kuat menanggung beban hidup yang sangat vital seperti kebutuhan pangan, sandang dan papan.

Sayangnya ketiga lansia tersebut tidak pernah terjangkau perogram dan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait bantuan sosial. Padahal pemerintah melalui kementrian sosial dan dinas sosial memiliki banyak jenis program bagi rakyat miskin dan tidak mampu.

Fakta tiga lansia di dusun batu bawi itu adalah puncak gunung es dari kenyataan tentang lansia lainnya yang belum terpotret kebijakan pemerintah terutama pemerintah daerah kabupaten lombok timur. Kehidupan tiga lansia tersebut selama ini diabaikan negara.

Sialnya selama ini, tiga lansia itu tidak pernah tersentuh oleh program bantuan sosial yang diprogramkan pemerintah. Padahal ada banyak jenis bansos yang di program sebagai meknisme jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin, terlantar dan tidak mampu. Namun kenyataan di lapangan masih terdapat warga masyarakat yang sangat membutuhkan justru menjadi subjek penerima yang tidak terdampak.

Fakta itu terpotret ketika sebuah entitas sosial pelayan masyarakat dari kumpulan kapala wilayah se kecamatan jerowaru melakukan advokasi dan obeservasi, dan menemukan kasus tiga lansia tersebut kemudian melakukan asesmen dasar penanganan agar segera mendapat perhatian pemerintah.

Ketua komunitas pelayan masyarakat, irfan muliadi, menjelaskan bahwa ketiga lansia yang di advokasi merupakan lansia dengan kategori desil 1, selama ini mereka tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. "Saya prihatin dan marah ketika mengetahui langsung keadaan lansia itu. Saya melihat langsung keadaan mereka. Mereka sudah tua-tua sekali. Seharusnya keberadaan program bansos-bansos yang berbagai macam nama dan jenisnya itu adalah untuk mereka (3 lansia) itu," ungkapnya tegas.

Ia juga menyebutkan keadaan tiga lansia itu pernah dia laporkan langsung kepada dinas sosial pemda lombok timur namun jawaban kepala dinas sangat normatif. Padahal keadaan tiga lansia itu sangat mendesak untuk ditangani.

"Saya juga pernah melaporkan kondisi lansia itu kepada ibu kadis, tapi ibu kadis menjawab dengan normatif." Menurutnya sikap itu sebagai sikap yang tidak sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat.

Bahkan kawil dusun badui itu membeberkan jawaban teknis kadis sosial pemda lotim yang sangat teknis prosedural seperti "Terkait dengan bantuan, tidak hanya bantuan sembako saja, layanan adminduk kalo sudah ada adminduk baru kita koordinasikan bantuan lain dengan pihak terkait lainnya, karena dinas sosial juga terbatas kemampuan dari sisi anggaran, tentunya kami juga koordinasi dengan baznas pihak terkait lainnya, tapi kan butuh adminduk dulu karena sekarang bantuan kita usulkan ke sentra UPT pun diminta keterangan desil juga. Kutipnya kepada media skala.

Jawaban kadis sosial itu membuat pengurus komunitas pelayan masyarakat jerowaru itu geram dan berinisiatif membawa persoalan itu ke meja bupati lombok timur. "Tidak pantas seorang kepala dinas merespon keadaan masyarakatnya dengan argumentasi seperti itu, dia pemegang pucuk keputusan, harusnya berani mengambil langkah konkrit dan terukur dalam jangka pendek." Kecamnya kepada media ini.

Ia juga mengultimatum seluruh intansi dan jajaran organisasi perangkat daerah yang beririsan langsung dengan keadaan 3 lansia di dusun batu bawi maupun lansia-lansia lain yang tidak pernah disentuh program bansos pemerintah di tempat lain di kabupaten lombok timur. "Kami dari komunitas pelayan masyarakat kecamatan jerowaru akan mengambil tindakan tegas kepada pemerintah daerah, jika fenomena lansia seperti ini tidak menjadi subjek prioritas pelayanan birokrasi pemerintah, sebab mereka adalah amanat konstitusi." Tagasnya bersemangat.

Di lain tempat kepala desa pandan wangi, Saipul Rizal membenarkan keadaan tiga warganya yang lansia di dusun batu bawi timur itu. Ia mengetahui dan menaruh perhatian serius terhadap tiga warga lansianya. Ia juga menegaskan menghormati dan melindungi ketiga warga lansia itu sebagai masyarakat yang lebih dahulu membangun desa pandan wangi. Karena itu pemerintah desa pandan wangi tidak akan tinggal diam melihat warga desanya yang mengalami penderitaan dan kekurangan dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar meraka para lansia itu segera mendapat perhatian, pelayanan dan bantuan.

Sejauh ini pemerintah desa juga telah melakukan koordinasi dengan pihak dukcapil agar tiga lansia tersebut segera mendapat layanan perekaman adminduk. "Kami sudah berkoodinasi dengan pemerintah kecamatan untuk bisa dapat pelayanan dan hari senin semua data akan di selesaikan." Ucapnya.

Terkait bantuan sosial yang akan digelontorkan pemda lombok timur dalam waktu dekat ini, pak kades pandan wangi memberi jawaban diplomatis. Bahwa terkait bantuan ia mengaku mengikuti data dan kreteria yang di tentukan pemerintah kabupaten.

Ia sendiri tidak berani memberikan kepastian prioritas kepada 3 lansia di dusun batu bawi timur tersebut. Namun demikian ia akan berupaya mengusulkan mereka yang benar-benar membutuhkan dan layak mendapat bantuan itu bisa menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Sementara kadis sosial lombok timur tidak memberikan respon apapun sampai berita ini di turunkan, dan terkesan selow respon terhadap persoalan masyarakat.(Hs).

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...