Lombok Tengah September 28, 2026

Sekjen FORKA Loteng Ajak Kadus dan Kaling Netral Total, Panitia Pilkades Diminta Bekerja Profesional

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Sekjen FORKA Loteng Ajak Kadus dan Kaling Netral Total, Panitia Pilkades Diminta Bekerja Profesional
Sekjen FORKA Loteng Ajak Kadus dan Kaling Netral Total, Panitia Pilkades Diminta Bekerja Profesional

LOMBOK TENGAH, SkalaMedia.com — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Lombok Tengah, Forum Kepala Dusun dan Kepala Lingkungan (FORKA) Lombok Tengah menyerukan agar seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, damai, jujur, adil, transparan, dan bermartabat.

Sekretaris Jenderal FORKA Kabupaten Lombok Tengah, Bung Aswad, menegaskan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kondusivitas masyarakat selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Dalam keterangannya di Praya, Minggu (28/9/2026), Bung Aswad menyebut terdapat dua hal penting yang menjadi perhatian FORKA, yakni menjaga netralitas Kepala Dusun (Kadus) dan Kepala Lingkungan (Kaling) serta mendorong panitia Pilkades bekerja secara profesional dan transparan.

Kadus dan Kaling Diminta Tidak Terlibat Politik Praktis

Bung Aswad mengajak seluruh Kadus dan Kaling di Kabupaten Lombok Tengah agar tidak menggunakan posisi, kewenangan, maupun fasilitas yang melekat pada jabatannya untuk kepentingan salah satu calon kepala desa.

Menurutnya, Kadus dan Kaling merupakan bagian dari unsur pelayanan masyarakat yang harus mampu berdiri di atas seluruh kepentingan politik warga.

«“Kepala Dusun adalah pelayan masyarakat, bukan milik salah satu calon. Netralitas adalah harga mati bagi kami. Kita harus berdiri di atas semua golongan dan melayani semua warga secara adil, apa pun pilihan politiknya,” tegas Bung Aswad.»

Ia menambahkan, hak politik dan hak pilih setiap individu tetap melekat sebagai hak konstitusional. Namun, jabatan pemerintahan di tingkat dusun tidak boleh digunakan untuk mengarahkan, menekan, mengintimidasi, atau memengaruhi pilihan politik masyarakat.

Bung Aswad menilai posisi Kadus dan Kaling sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sikap tidak netral dari aparat di tingkat dusun berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan dan memicu gesekan antarwarga.

“Pilkades hanya berlangsung sesaat, tetapi hubungan bertetangga dan persaudaraan di dalam dusun berlangsung selamanya. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan politik merusak persatuan masyarakat,” ujarnya.

Panitia Pilkades Diminta Transparan dan Profesional

Selain persoalan netralitas aparat dusun, FORKA Lombok Tengah juga meminta seluruh panitia Pilkades, baik di tingkat kabupaten maupun desa, menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Bung Aswad menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, keadilan, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan Pilkades.

Mulai dari pendataan pemilih, penjaringan dan verifikasi bakal calon, penetapan calon, tahapan kampanye, pemungutan suara hingga penghitungan suara, menurutnya harus dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

«“Kami meminta panitia memberikan pelayanan dan perlakuan yang sama kepada semua bakal calon dan calon Kepala Desa tanpa diskriminasi. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Sosialisasikan semua tahapan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan fitnah dan kecurigaan,” kata Bung Aswad.»

Ia juga meminta panitia mengambil tindakan sesuai kewenangan dan aturan terhadap setiap dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam proses Pilkades, termasuk dugaan politik uang, intimidasi terhadap pemilih, maupun penyalahgunaan kewenangan.

Menurutnya, integritas panitia menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap seluruh proses dan hasil Pilkades.

Calon Kades Diajak Bertarung Secara Sehat

FORKA juga mengimbau seluruh calon Kepala Desa agar mengedepankan kompetisi yang sehat dengan menawarkan visi, misi, serta program kerja yang realistis bagi kemajuan desa.

Para calon diharapkan tidak menggunakan isu yang berpotensi memecah belah masyarakat, termasuk fitnah, ujaran kebencian, maupun provokasi.

Di sisi lain, FORKA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkades berlangsung.

Tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta seluruh masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam menjaga suasana tetap aman dan kondusif.

FORKA Siap Kawal Pilkades Damai

Bung Aswad menegaskan, FORKA Kabupaten Lombok Tengah siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pelaksanaan Pilkades yang aman dan demokratis.

«“Mari kita sukseskan Pilkades Lombok Tengah. Beda pilihan itu biasa, tetapi persatuan warga adalah yang utama. Siapa pun yang terpilih nantinya harus kita dukung bersama untuk membangun desa yang lebih maju, aman, dan bermartabat,” pungkasnya.»

(BR)

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...