Kecamatan January 21, 2026

SDN 1 Pemongkong Kerap Banjir Saat Hujan, Komunitas Pelayan Masyarakat Jerowaru Minta Penanganan Serius Pemerintah

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
SDN 1 Pemongkong Kerap Banjir Saat Hujan, Komunitas Pelayan Masyarakat Jerowaru Minta Penanganan Serius Pemerintah
SDN 1 Pemongkong Kerap Banjir Saat Hujan, Komunitas Pelayan Masyarakat Jerowaru Minta Penanganan Serius Pemerintah

SDN 1 Pemongkong Kerap Banjir Saat Hujan, Komunitas Pelayan Masyarakat Jerowaru Minta Penanganan Serius Pemerintah

Lombok Timur, 21 Januari 2026.

SDN 1 Pemongkong yang berada di Dusun Serumbung, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kerap mengalami banjir setiap kali hujan turun. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar serta membahayakan keselamatan dan kesehatan siswa.

Banjir tersebut terjadi bukan karena kelalaian pengelolaan, melainkan akibat struktur bangunan sekolah yang sudah lama, di mana posisi kawasan sekolah kini berada lebih rendah dibandingkan jalan raya di sekitarnya. Seiring perkembangan zaman dan peninggian infrastruktur jalan, lingkungan sekolah tidak diimbangi dengan pembangunan saluran drainase yang memadai.

Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan, mengatakan bahwa setiap musim hujan air dari jalan raya dan lingkungan sekitar mengalir masuk dan menggenangi halaman hingga ruang belajar sekolah.

“Struktur bangunan sekolah ini sudah lama, sementara jalan raya terus mengalami peninggian. Tanpa drainase yang baik, air hujan pasti mengalir ke area sekolah dan mengganggu proses belajar mengajar,” ujar Irfan, Rabu, 21/01/2026.

Ia menegaskan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap hak belajar siswa, karena kegiatan pembelajaran sering terhenti saat banjir terjadi. Selain itu, genangan air juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Atas kondisi tersebut, Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, hingga Pemerintah Pusat untuk segera memberikan perhatian serius dan melakukan penanganan permanen.

“Kami berharap ada langkah nyata, terutama pembangunan drainase dan penataan lingkungan sekolah. Jika ini terus dibiarkan, maka setiap musim hujan pendidikan anak-anak akan terus terganggu,” tegasnya.

Menurut Irfan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan kepekaan dan respons cepat dari pemerintah agar permasalahan banjir di SDN 1 Pemongkong tidak terus berulang.(admin)

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...