Skala Lombok Barat October 19, 2026

Saatnya Tepis Stigma! RS Mutiara Sukma Ajak Warga Mataram Peduli Kesehatan Mental

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Saatnya Tepis Stigma! RS Mutiara Sukma Ajak Warga Mataram Peduli Kesehatan Mental
Saatnya Tepis Stigma! RS Mutiara Sukma Ajak Warga Mataram Peduli Kesehatan Mental

MATARAM, SkalaNTB Media.Com — Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental sekaligus menghapus stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi dan pelayanan publik terpadu bertajuk “RUANG JIWA”, yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD), tepatnya di depan dan halaman Kantor Diskominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2026 ini mengusung tema “Dengarkan Suaranya, Pahami Keunikannya, Hadirkan Perubahan.” Berbagai kegiatan edukatif dan pelayanan kesehatan diselenggarakan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan mental kepada masyarakat.

Rangkaian acara dimulai pukul 06.30 WITA, diawali dengan senam pagi bersama, flash mob interaktif, pembagian doorprize, serta pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Hj. Wiwin Nurhasida, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap kesehatan mental, dimulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita saling mendengarkan dan peduli terhadap sesama, mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga masyarakat luas, agar mampu bersama-sama menghadirkan perubahan positif dan harapan baru bagi pelayanan kesehatan jiwa,” ujar dr. Hj. Wiwin Nurhasida dalam sambutannya.

Pojok Healing, Skrining dan Konsultasi Kesehatan Mental Gratis

Salah satu layanan yang menarik perhatian pengunjung adalah “Pojok Healing”, sebuah ruang pelayanan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan awal kondisi kesehatan mental dengan pendekatan yang ramah dan mudah diakses.

Dalam layanan tersebut, masyarakat dapat mengikuti skrining menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ-29) serta pemeriksaan Heart Rate Variability (HRV) sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi potensi gangguan mental emosional sejak dini.

Pengunjung yang membutuhkan tindak lanjut juga berkesempatan memperoleh konsultasi dan konseling gratis bersama tenaga profesional sesuai kebutuhan.

Penanggung jawab kegiatan Pojok Healing sekaligus Kepala Instalasi PKRS dan KESWAMAS RS Mutiara Sukma, Hj. Suratni, S.Kep., Ns., M.P.H., menegaskan bahwa kemudahan akses menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental.

“Melalui rangkaian kegiatan di Ruang Jiwa dan Pojok Healing ini, kami ingin memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan mental secara gratis tanpa rasa canggung atau takut. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik,” terang Hj. Suratni.

Libatkan Tim Profesional dan Organisasi Profesi

Untuk mendukung pelayanan yang komprehensif, RS Mutiara Sukma menerjunkan tim profesional yang terdiri atas dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiater, psikolog klinis, serta perawat spesialis keperawatan jiwa.

Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung kolaborasi sejumlah organisasi profesi di NTB, yakni:

  • Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah NTB.
  • Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Wilayah NTB.
  • Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Wilayah NTB.
  • Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Wilayah NTB.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong pelayanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.

Bangun Kesadaran, Hapus Stigma

Melalui momentum HKJS 2026, RS Mutiara Sukma berharap kegiatan RUANG JIWA dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kualitas hidup manusia.

Masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa persoalan kesehatan mental bukanlah sesuatu yang patut dipandang sebelah mata. Dukungan keluarga, lingkungan yang menerima, serta akses terhadap bantuan profesional merupakan bagian penting dalam proses pemulihan dan peningkatan kesejahteraan psikologis.

Pesan yang ingin ditegaskan melalui kegiatan ini sederhana, tetapi bermakna: mendengarkan tanpa menghakimi, memahami tanpa memberi stigma, dan mendukung tanpa diskriminasi.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak lagi ragu untuk mencari bantuan profesional ketika menghadapi persoalan kesehatan mental, sekaligus mampu menjadi lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan ramah bagi setiap orang.

Laporan: Tim/Redaksi Redaksi: SkalaNTB Media.Com

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...