Menu MBG segaet sering diviralkan dan dikomplain PM tapi tidak mau berbenah
Lombok Timur, Selasa, 10 Februari 2026. Pengakuan penerima manfaat (PM) salah satu dapur MBG di desa wakan menuai komplain berkali-kali namun tidak mengalami perubahan. Sampai hari senin kemarin, 9/2/26 menu dapur masih menyediakan sajian yang tidak layak konsumsi.
Peristiwa itu terekam dalam sebuah unggahan seseorang dengan akun ismiati. Di akun lain @Ar-Rusydiny NW Segaet, juga memposting keluhan terkait menu MBG yang semakin hari semakin tidak berkulaitas. Ia mensyukuri adanya program asta cita presiden Prabowo ini sebagai program yang bagus namun tidak diikuti dengan kualitas menu sajian penyedia atau dapur kepada penerima manfaat.
Bahkan akun fecebook @Ar-Rusdiny NW Segaet memposting menu sajian dapur mitranya pada tanggal 13/1/26 dan 21/1/26 dengan tangkapan layar "MBG hari ini cukup lumayanlah untuk mengisi perut yang kosong sebagai bentuk asta cita pak Presiden RI kita yang menjadi bagian dari visi dan misi tokoh RI kita. Akan tetapi sangatlah miris melihat sisi dari pada penyuplai MBG ini, dari hari ke hari semakin pahit rasa jeruk ini" dengan emoji menangis akun pengunggah mengekspresikan kekecewaannya.
Akun fecebook @samiah asmiati juga memposting layanan MBG pada hari senin 9/2/26 sebagai bentuk kekecewaan pada pihak dapur penyuplai berharap agar ada pembenahan namun perlakuan tidak mengenakan justru yang di dapatkan, ungkapnya.
"Sudah sering kami lakukan komplain dan sudah banyak yang viralkan tetapi justru kami di marahin karyawannya." Pada unggahan tersebut juga beberapa interaksi yang terjadi menjawab: impan ko meong aku jak wik, ndekn kanggok si anak. Akun lain juga membalas interaksi itu: yang penting halal. Dan ada juga yang membalas "kemaik angen" sebuah ekspresi keluhan dalam gestur komunikasi sasak.
Saat media ini konfirmasi ke kepala SPPG, ia mengatakan tidak tahu mengenai menu sajian yang rusak atau tidak layak konsumsi. Ia berdalih selama ini tidak ada konfirmasi terkait itu. Ia mengakui bahwa itu adalah menu sajian dapurnya. "Siap bang ijin klarifikasinya. Tentu saja kami sangat menyesali hal tersebut. Pihak sekolah ataupun PM tidak ada konfirmasi ke saya dulu ataupun ke pihak pengelola SPPG, ketika ada temuan seperti itu." Jelasnya. Ia menambahkan " jadi kami tidak tahu, kami tahu dari media. Ketika ada temuan sering kami arahkan untuk konfirmasi kami terlebih dahulu, supaya kami cepat ambil tindakan, niki bang. Sambungnya.
Ia juga membantah telah memarahi penerima manfaat ketika terjadi komplain, " kami tidak pernah memarahi PM, bang." jawabnya. Namun mekanisme komplain tidak disediakan pihak dapur penyuplai sebagai bagian dari partisipasi penerima manfaat dalam menjaga kualitas menu sajian.
Kepala SPPG juga memfasilitasi forum WA group sebagai media konfirmasi antara pihak penyuplai dan pihak PM.
Ia menjelaskan bahwa masing-masing sekolah ada PIC yang bertanggung jawab."Masing-masing PIC sekolah, kepala sekolah, ibu-ibu kader kami buatkan WA group khusus, di WA group itulah tempat laporan ketika ada temuan seperti ini." namun kenyataannya itu kontras dengan unggahan Ponpes Ar-Rusydiny NW Segaet.
Saat media ini menanyakan postingan akun ponpes Ar-Rusydiny NW segaet, sampai berita ini diturunkan tidak ada balasan lagi dari pihak kepala SPPG.(AM)