Lombok Tengah September 11, 2026

Maulid Nabi 1448 H, Sasaka Nusantara NTB Teguhkan Persatuan dan Kepedulian Sosial di Lombok Tengah

Heri S.
Heri S.
Admin 4 min read
Maulid Nabi 1448 H, Sasaka Nusantara NTB Teguhkan Persatuan dan Kepedulian Sosial di Lombok Tengah
Maulid Nabi 1448 H, Sasaka Nusantara NTB Teguhkan Persatuan dan Kepedulian Sosial di Lombok Tengah

LOMBOK TENGAH, Kamis (10/09/2026), SkalaNTB Media.Com — Sasaka Nusantara Nusa Tenggara Barat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat di Markas Besar Sasaka Nusantara NTB, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (10/9/2026).

Peringatan Maulid tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, shalawat, dan dzikir bersama. Ratusan anggota Sasaka Nusantara dari berbagai daerah di NTB turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadir pula Dewan Pengawas Sasaka Nusantara, I Wayan Yogi Swara, S.H., bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pimpinan organisasi keagamaan, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat sekitar.

Suasana penuh kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan. Halaman Markas Besar Sasaka Nusantara NTB dipenuhi para undangan yang mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Ketua Sasaka Nusantara NTB, YM Lalu Ibnu Hajar, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

«"Atas nama keluarga besar Sasaka Nusantara Nusa Tenggara Barat, saya mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H. Mari kita jadikan momentum Maulid ini untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, yaitu kejujuran, kasih sayang, persatuan, dan kepedulian kepada sesama," ujar YM Lalu Ibnu Hajar.»

Ia menegaskan, semangat tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga Sasaka Nusantara dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semoga dengan meneladani beliau, Sasaka Nusantara dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan menebar manfaat bagi masyarakat NTB dan Indonesia," lanjutnya.

Menurutnya, Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, cinta tanah air, serta penghormatan terhadap budaya lokal Sasak, menurutnya, dapat menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tausiyah Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Tuan Guru DR. Habiburrahman dengan tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Menjaga Persatuan Umat."

Dalam tausiyahnya, Tuan Guru mengajak seluruh jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan tiga nilai utama yang perlu ditanamkan dalam kehidupan, yakni kejujuran dalam berkata dan bertindak, kasih sayang kepada sesama tanpa membedakan suku maupun golongan, serta semangat menjaga persatuan.

Tuan Guru DR. Habiburrahman juga mengutip hadis Rasulullah SAW:

"La yu'minu ahadukum hatta akuna ahabba ilaihi min walidihi wa waladihi wan nasi ajmain."

Artinya, seseorang belum sempurna imannya sampai Rasulullah SAW lebih ia cintai daripada orang tua, anak, dan seluruh manusia.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, antara lain HR. Bukhari No. 15 dan HR. Muslim No. 44.

Selain itu, disampaikan pula hadis riwayat Muslim mengenai puasa hari Senin. Ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai puasa pada hari tersebut, beliau menjawab:

"Dzalika yaumun wulidtu fiih."

Artinya, "Itulah hari aku dilahirkan." Hadis ini diriwayatkan dalam HR. Muslim No. 1162.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, memperbanyak shalawat, meningkatkan keimanan, serta membuktikan kecintaan tersebut melalui perbuatan baik dan kepedulian terhadap sesama.

Santunan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Sasaka Nusantara NTB juga dirangkai dengan kegiatan sosial.

Sasaka Nusantara NTB menyalurkan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di wilayah Lombok Tengah. Bantuan berupa paket sembako dan santunan tunai diserahkan secara langsung kepada penerima manfaat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, khususnya tentang kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kedamaian daerah, serta keberkahan bagi seluruh anggota Sasaka Nusantara dan masyarakat NTB.

Kebersamaan semakin terasa dalam ramah tamah dan makan bersama seluruh undangan.

YM Lalu Ibnu Hajar berharap kegiatan Maulid Nabi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat di berbagai wilayah NTB.

Ia juga mengajak seluruh kader Sasaka Nusantara untuk menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing.

"Momentum Maulid ini mari kita jadikan sebagai pengingat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta menebarkan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia," pungkasnya.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...