Kecamatan June 01, 2026

KPM Sebut Kondisi Sampah di Desa Jerowaru Bak “Bom Waktu”

Heri S.
Heri S.
Admin 2 min read
KPM Sebut Kondisi Sampah di Desa Jerowaru Bak “Bom Waktu”
KPM Sebut Kondisi Sampah di Desa Jerowaru Bak “Bom Waktu”

Lombok Timur, 1 Juni 2026_Permasalahan sampah di wilayah Desa Jerowaru kembali menjadi sorotan. Kondisi geografis yang cukup jauh dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan sampah di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa untuk sekali pengangkutan sampah menuju TPA, Pemerintah Desa harus mengeluarkan biaya sekitar Rp400 ribu - Rp600 ribu. Di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Desa Jerowaru sebelumnya telah berupaya memfasilitasi masyarakat dengan menyediakan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebagai solusi penanganan sampah.

Namun, seiring berjalannya waktu, TPS yang ada dikabarkan telah mengalami kelebihan kapasitas dan tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, termasuk para kepala wilayah setempat.

Kepala Wilayah Lingkol Loam, Miq Agus, dan Kepala Wilayah Otak Dese, Miq Bambang, menyampaikan bahwa persoalan sampah saat ini perlu mendapat perhatian serius karena hingga kini belum terdapat solusi jangka panjang yang memadai terkait titik akhir pembuangan sampah.

Menurut mereka, Pemerintah Desa telah berupaya semaksimal mungkin dalam menangani persoalan tersebut. Pada masa awal operasional TPS, kondisi pengelolaan sampah masih tergolong kondusif. Namun, setelah berjalan beberapa tahun, berbagai kendala mulai muncul, mulai dari kapasitas TPS yang sudah penuh hingga kondisi kendaraan pengangkut sampah yang dinilai tidak lagi bekerja secara optimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat (KPM) yang juga sebagai Kepala Wilayah Badui menyampaikan harapannya agar persoalan sampah di Desa Jerowaru mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Menurutnya, persoalan sampah tidak boleh dipandang sebagai masalah biasa. Jika tidak segera ditangani dengan langkah konkret dan berkelanjutan, kondisi ini berpotensi menjadi ancaman bagi lingkungan, keindahan kawasan, serta kesehatan masyarakat.

"Persoalan sampah ini sudah menjadi warning bagi kita semua. Jika tidak segera ditemukan solusi yang tepat, kondisi ini bisa menjadi bom waktu yang mengancam kebersihan lingkungan, merusak keasrian wilayah, serta berdampak pada kesehatan masyarakat," ujarnya.

KPM berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat untuk mencari solusi yang lebih efektif, baik dalam pengelolaan TPS, penyediaan armada pengangkut yang memadai, maupun penanganan akhir sampah secara berkelanjutan demi menjaga lingkungan Desa Jerowaru tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...