Ketika Sakit Tak Mengenal Desil, Gawah Lauk Lombok Hadir Dampingi Mahrum Mendapatkan Pengobatan
SELONG, Senin 21 September 2026, SkalaNTB Media.Com
Ketika seseorang sedang sakit, yang dibutuhkan bukan hanya obat, tetapi juga kepastian bahwa masih ada yang mau berdiri di sisinya. Di tengah persoalan administrasi jaminan kesehatan yang sempat menghambat pengobatan, Mahrum akhirnya mendapatkan pendampingan dan jalan keluar berkat langkah cepat Gawah Lauk Lombok (GLL).
Mahrum merupakan warga yang membutuhkan penanganan medis akibat penyakit paru-paru basah. Namun, upaya mendapatkan pengobatan sempat menghadapi kendala setelah kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya tidak aktif.
Persoalan tersebut berkaitan dengan status data keluarga yang masuk dalam kategori Desil 6 ke atas dalam sistem data kesejahteraan sosial, sehingga kepesertaan jaminan kesehatan yang sebelumnya mendapatkan pembiayaan pemerintah tidak lagi aktif.
Bagi keluarga Mahrum, kondisi tersebut bukan persoalan sederhana. Di satu sisi, kondisi kesehatan membutuhkan penanganan, sementara di sisi lain terdapat persoalan administrasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Melihat situasi tersebut, relawan Gawah Lauk Lombok kemudian bergerak. Tim melakukan pendampingan secara langsung, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta membantu mengawal proses administrasi agar Mahrum dapat kembali memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kepesertaan BPJS Kesehatan Mahrum dapat diaktifkan kembali sehingga proses pengobatan dapat berjalan dan pasien memperoleh penanganan medis.
Ketua Umum Gawah Lauk Lombok, Ayunan, S.H., menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya persoalan yang dihadapi Mahrum.
«“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena sampai saat ini Gawah Lauk Lombok masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk terus berbuat bagi saudara-saudara kita yang lemah dan membutuhkan bantuan. Ketika masyarakat sedang sakit, sebisa mungkin jangan sampai mereka menghadapi persoalan itu sendirian hanya karena terbentur masalah administrasi,” ujar Ayunan.»
Menurutnya, persoalan administrasi tetap harus diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, masyarakat yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan juga perlu mendapatkan pendampingan agar tidak kehilangan akses hanya karena tidak memahami prosedur atau mengalami kendala dalam proses administrasi.
“Gawah Lauk Lombok hadir bukan untuk mengambil alih kewenangan siapa pun. Kami hanya berusaha menjadi jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan, membantu mereka berkomunikasi dan mencari solusi sesuai aturan yang ada,” jelasnya.
Saat ini, Mahrum telah mendapatkan penanganan medis untuk kondisi kesehatan yang dialaminya. Pihak keluarga pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan pendampingan yang diberikan Gawah Lauk Lombok.
Bagi GLL, pendampingan terhadap Mahrum bukan sekadar menyelesaikan persoalan administrasi. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit tidak merasa sendirian.
Kisah Mahrum menjadi gambaran bahwa persoalan kesehatan sering kali tidak berhenti pada diagnosis dan pengobatan. Bagi sebagian masyarakat, akses terhadap layanan kesehatan juga dapat berhadapan dengan persoalan administrasi, informasi, dan keterbatasan kemampuan untuk mengurus berbagai persyaratan.
Di situlah pendampingan sosial menjadi penting.
Gawah Lauk Lombok kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, dengan mengedepankan kepedulian, pendampingan, dan upaya mencari solusi.
Pengabdian tanpa batas bukan sekadar slogan. Ia diwujudkan dengan hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Laporan: Tim/Red Sumber: Media Humas GLL Redaksi: SkalaNTB Media.Com