Kesehatan June 08, 2026

Kasus Kematian Guru Sakra Barat Mengguncang Lombok Timur, Ketua GLL Desak Bongkar Bobrok Sistem Kesehatan!

Heri S.
Heri S.
Admin 3 min read
Kasus Kematian Guru Sakra Barat Mengguncang Lombok Timur, Ketua GLL Desak Bongkar Bobrok Sistem Kesehatan!
Kasus Kematian Guru Sakra Barat Mengguncang Lombok Timur, Ketua GLL Desak Bongkar Bobrok Sistem Kesehatan!

Keruak,Senin 8 Juni 2026,SkalaNTB Media.Com —

Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka sekaligus meradang. Meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong, kini memicu gelombang sorotan tajam.

​Tragedi ini dinilai bukan sekadar nasib buruk atau risiko medis biasa, melainkan tamparan keras bagi sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Lombok Timur yang diduga kuat memiliki celah fatal.

​Peristiwa memilukan yang terjadi pada Kamis tanggal 4 Juni lalu itu hingga kini masih menyisakan misteri besar. Pihak keluarga dan publik masih meraba-raba dalam kegelapan karena belum ada benang merah yang jelas mengenai kronologi fatal serta penyebab pasti yang membuat nyawa sang guru tidak tertolong dalam proses rujukan tersebut. Simpang siur informasi di lapangan justru memperkeruh suasana, sementara otoritas terkait terkesan menutup rapat pintu informasi.

Yayasan Gawah Lauk Lombok ​GLL Angkat Bicara: Publik Butuh Transparansi, Bukan Pembenaran! ​Ketua Umum Gawah Lauk Lombok (GLL), Ayunan,SH,. Dengan tegas menyatakan bahwa kasus ini harus menjadi momentum untuk membongkar dan mengevaluasi menyeluruh tata kelola pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Dari proses penanganan awal, tindakan medis, hingga sistem birokrasi rujukan ke rumah sakit.

​"Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka! Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan krusial sejak kejadian kamis 4 Juni lalu ini tidak boleh dipendam, harus dijawab secara transparan!" tegas Ayunan saat di konfirmasi di kediaman nya di Desa Jor.

​Ayunan menambahkan, jika kasus hilangnya nyawa pasien akibat lambatnya penanganan atau salah prosedur terus berulang dalam rentang waktu berdekatan, maka ini bukan lagi kelalaian oknum individu, melainkan kegagalan sistemik.

​Evaluasi Total: Pelayanan kesehatan harusnya didesain untuk mencegah tragedi, bukan sekadar sibuk memberikan klarifikasi setelah nyawa melayang.

​SOP Rujukan Dikritisi: Setiap pasien rujukan wajib mendapatkan pemeriksaan komprehensif. Keselamatan pasien tidak boleh digantungkan hanya pada selembar dokumen rujukan di atas kertas.

​GLL juga menyoroti informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan induksi persalinan yang dilakukan tim medis sebelum pasien akhirnya diputuskan menjalani operasi caesar. ​"Rumah sakit wajib membuka dokumen medis ini ke keluarga dan publik. Apa dasar pertimbangan medis dari setiap tindakan pada Kamis 4 Juni itu? Transparansi ini penting agar masyarakat tahu apakah tindakan itu sudah sesuai standar profesional atau ada indikasi malpraktik atau kelalaian," lanjutnya.

​Desak Pemkab Lotim dan RS Rujukan Bergerak Cepat Tak hanya menyasar RSUD Patuh Karya Keruak selaku fasilitas pertama, Ayunan juga mendesak RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan utama di Lombok Timur untuk memperkuat benteng pertahanan gawat darurat (IGD) mereka. ​Garda Terdepan: Rumah sakit rujukan harus bergerak dalam hitungan detik. Kecepatan respons menentukan hidup dan matinya seseorang.

​Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diminta jangan tutup mata. Tolak ukur keberhasilan kesehatan daerah bukan dari megahnya gedung baru atau mahalnya alat medis, melainkan dari seberapa cepat dan tepat nyawa rakyatnya diselamatkan.

​Secara luas, misteri insiden kamis 4 Juni tersebut masih belum terurai. Pihak RSUD Patuh Karya Keruak, RSUD dr. R. Soedjono Selong, maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Timur masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan serta kritik keras yang dilayangkan oleh Beberapa LSM pada Beberapa Waktu lalu. Masyarakat kini mengawal ketat kasus ini demi menemukan benang merah dan keadilan bagi almarhumah Niken Hafizoh Anggraini. Laporan : Man Redaksi : SkalaNTB Media.Com

share Bagikan Artikel

WhatsApp Facebook Post
Link berhasil disalin!

Komentar (0)

Comments are coming soon...