Dusun Serewe dan Rumput Laut, Denyut Kehidupan Pesisir yang Menanti Sentuhan Binaan Pemerintah
Dusun Serewe dan Rumput Laut, Denyut Kehidupan Pesisir yang Menanti Sentuhan Binaan Pemerintah
Serewe, 31 Januari 2026.
Di sudut pesisir selatan Lombok Timur, Dusun Serewe, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, tumbuh dalam kesederhanaan yang sarat makna. Di tempat inilah laut menjadi ruang hidup, dan rumput laut menjelma sebagai penopang utama ekonomi masyarakat pesisir.
Selama ini, Ekas kerap dikenal sebagai sentra budidaya rumput laut. Namun realitas di lapangan membuktikan bahwa Dusun Serewe juga menggantungkan hidupnya pada komoditas yang sama. Budidaya rumput laut telah lama dijalani masyarakat secara mandiri, dengan keterbatasan sarana namun kaya akan pengalaman dan ketekunan.
Setiap hari, masyarakat terutama para ibu mengolah hasil panen rumput laut dengan penuh kesabaran. Aktivitas ini menjadi denyut kehidupan keluarga, mulai dari memenuhi kebutuhan dapur hingga menyekolahkan anak-anak mereka. Di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan ketahanan sosial masyarakat pesisir yang patut diapresiasi.
Tokoh masyarakat Dusun Serewe, Reji, menegaskan bahwa rumput laut bukan sekadar mata pencaharian, melainkan urat nadi kehidupan warga.
“Bagi masyarakat Serewe, rumput laut bukan pekerjaan sampingan. Inilah sumber hidup utama kami. Dari sinilah kami makan, menyekolahkan anak, dan bertahan. Karena itu, kami sangat berharap adanya binaan dan perhatian pemerintah agar usaha ini bisa terus berjalan dan berkembang,” ungkap Reji.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Serewe memiliki semangat kuat untuk berkembang, namun masih membutuhkan pendampingan berkelanjutan, baik dari sisi teknik budidaya, pengolahan pascapanen, hingga akses pemasaran yang lebih luas dan adil.
Hingga kini, Dusun Serewe masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat produksi, fluktuasi harga, hingga belum optimalnya dukungan program pemerintah. Padahal, potensi rumput laut yang dimiliki sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi pesisir kecamatan Jerowaru.
Masyarakat Serewe tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan kehadiran negara sebagai mitra, yang hadir melalui kebijakan dan program nyata, bukan sekadar wacana. Binaan pemerintah diyakini akan menjadi titik balik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Lebih dari sekadar komoditas, rumput laut telah menjadi identitas Dusun Serewe menyatukan warga dalam nilai gotong royong, kerja keras, dan kesetiaan pada laut sebagai sumber kehidupan.
Melalui pemberitaan ini, Dusun Serewe diharapkan semakin dikenal luas sebagai wilayah pesisir yang produktif dan berdaya, bukan hanya pelengkap dalam peta pembangunan. Branding ini menjadi langkah awal agar Serewe memperoleh perhatian yang setara dan berkeadilan.
Serewe hidup dari laut, bertahan dengan kerja keras, dan menatap masa depan dengan harapan akan binaan yang nyata.