Cegah Stunting Tak Cukup dengan PMT, Magang III dan KKN Desa Wakan Dorong Penguatan Gizi dan Pola Asuh
LOMBOK TIMUR, SkalaNTB Media.Com — Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan tambahan kepada anak. Pemenuhan gizi yang tepat harus berjalan beriringan dengan pola asuh, perhatian orang tua, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sekaligus Edukasi Gizi dan Pola Asuh yang digelar di Kantor Desa Wakan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Magang III dan KKN Desa Wakan 2026 Institut Palapa Nusantara, berkolaborasi dengan PKM Sukaraja, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pengasuhan anak sejak usia dini.
Tidak hanya melakukan monitoring terhadap pelaksanaan PMT, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana pemberian makanan tambahan dapat mendukung kebutuhan gizi anak.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pola makan bergizi dan seimbang, kebutuhan nutrisi anak, serta pentingnya pola asuh yang mendukung proses tumbuh kembang.
Stunting Bukan Hanya Persoalan Makanan
Dalam upaya pencegahan stunting, persoalan gizi perlu dilihat secara lebih luas. Anak membutuhkan asupan makanan yang cukup dan bergizi, tetapi juga membutuhkan pengasuhan yang baik, lingkungan yang sehat, serta perhatian terhadap perkembangan fisik dan mentalnya.
Karena itu, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan makanan.
Pemahaman keluarga mengenai bagaimana memilih makanan, mengatur pola makan, menjaga kebersihan, memberikan stimulasi, serta memantau pertumbuhan anak menjadi modal penting dalam membangun generasi yang sehat.
Kegiatan di Desa Wakan tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Melalui program Magang III dan KKN, mahasiswa Institut Palapa Nusantara turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus mendukung program kesehatan yang dilaksanakan di tingkat desa.
Sementara kolaborasi dengan PKM Sukaraja menjadi penguatan dari sisi edukasi dan pemantauan kesehatan masyarakat.
Orang Tua Jadi Garda Terdepan
Pencegahan stunting pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga kesehatan. Keluarga, terutama orang tua, memiliki posisi paling dekat dengan anak dan menjadi pihak yang menentukan kebiasaan makan serta pola pengasuhan setiap hari.
Karena itu, peningkatan pengetahuan orang tua harus terus dilakukan agar setiap keluarga mampu mengambil langkah yang tepat dalam memenuhi kebutuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi PMT di Desa Wakan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak nyata terhadap perubahan pemahaman dan perilaku masyarakat.
Semangat yang dibangun sederhana, tetapi memiliki dampak besar: pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, melalui kepedulian terhadap apa yang dimakan anak, bagaimana anak diasuh, dan bagaimana tumbuh kembangnya dipantau sejak dini.
“Mencegah stunting dimulai dari kepedulian terhadap gizi, pola asuh, dan tumbuh kembang anak sejak dini.”