Berlogo Singa Hati Nurani, Hanura NTB Rapatkan Barisan Hadapi Pemilu 2029
MATARAM, Selasa 14 Juli 2026,SkalaNTB Media.Com –
Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Nusa Tenggara Barat (DPD Hanura NTB) bergerak cepat merapatkan barisan menyongsong kontestasi Pemilu 2029. Dengan semangat dan identitas baru berlambang Singa Berhati Nurani, partai besutan Ahmad Dahlan, S.Sos, yang akrab disapa "Bang Leo", ini menegaskan kesiapan infrastruktur mesin partainya yang kini hampir rampung di seluruh wilayah NTB.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bang Leo di sela-sela menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB di Kantor DPD Hanura NTB, Mataram, Senin (13/7/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD serta seluruh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura dari 10 kabupaten/kota se-NTB, termasuk Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumbawa, Sahruddin Sandy LB.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Hanura NTB, Bang Leo, membeberkan progres signifikan mengenai penguatan internal partai. Ia menyebutkan bahwa konsolidasi akar rumput berjalan sangat masif. "Alhamdulillah, saat ini 70 sampai 80 persen struktur DPC dan PAC di sepuluh kabupaten/kota se-NTB sudah terbentuk. Ini menjadi modal utama kita untuk bergerak lebih cepat, solid, dan taktis di lapangan," ujar Bang Leo di hadapan komisioner Bawaslu.
Lebih lanjut, Bang Leo memperkenalkan filosofi identitas baru yang diadopsi oleh Partai Hanura demi memompa semangat para kader di daerah. "Mulai sekarang Hanura punya logo baru yaitu Singa. Singa yang punya hati nurani. Artinya, kita adalah petarung yang kuat dan berani, tetapi tetap mengedepankan hati untuk memperjuangkan rakyat. Itulah semangat baru Hanura ke depan," tegasnya.
Meski tampil dengan logo yang melambangkan kekuatan, Hanura NTB berkomitmen penuh untuk menjaga iklim politik yang sejuk. Bang Leo menegaskan bahwa Hanura siap menjadi pelopor parpol yang taat konstitusi, beretika, dan menolak segala bentuk kecurangan. "Hanura NTB siap menjadi contoh dalam berpolitik yang santun. Kami tegas menolak politik uang, hoaks, dan ujaran kebencian. Kami ingin berkontestasi secara sehat dengan mengadu ide, gagasan, serta program-program nyata untuk kemajuan NTB," tambahnya.
Apresiasi dan Catatan Krusial dari Bawaslu NTB Kehadiran rombongan Bawaslu NTB dipimpin langsung oleh Komisioner Bawaslu NTB, Itratip, didampingi oleh Suhardi (Koordinator Hukum dan Penyelesaian Sengketa), Basri (Koordinator Divisi Pencegahan), serta jajaran komisioner lainnya seperti Saifuddin dan Umar.
Komisioner Bawaslu NTB, Itratip, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan administrasi dan struktur yang dipamerkan oleh Hanura NTB. Berdasarkan catatan pengawasan, Hanura dinilai tertib dalam mengikuti tahapan perbaikan administrasi (perpak). "Alhamdulillah, Hanura NTB sudah memiliki struktur yang cukup lengkap. Kami mencatat Partai Hanura telah mengikuti perpak administrasi dengan sangat baik. Ini modal penting agar partai benar-benar siap menghadapi setiap tahapan pemilu yang krusial," kata Itratip.
Kendati demikian, Itratip tetap mengingatkan jajaran Hanura NTB untuk memperhatikan empat catatan penting terkait kelengkapan administrasi partai politik sesuai regulasi: Keterwakilan Perempuan: Wajib memenuhi kuota minimal 30% di dalam struktur partai dari tingkat DPD hingga PAC.
Keanggotaan Ganda: Memastikan tidak ada anggota Hanura yang datanya terdaftar di partai politik lain.
Kepengurusan Bersih: Melarang adanya personel dari partai lain yang menyusup ke dalam struktur kepengurusan internal Hanura.
Validitas Kantor: Memastikan alamat kantor DPD dan jajaran di bawahnya bersifat tetap, lengkap, dan sesuai dengan data administratif "Kami berharap Hanura bisa menjadi partai yang aktif melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, mencegah terjadinya pelanggaran, dan ikut bersama-sama mengawasi agar Pemilu 2029 berjalan damai, jujur, dan bermartabat," harap Itratip.
Senada dengan hal itu, Koordinator Divisi Hukum Bawaslu NTB, Suhardi, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum serta penguasaan mekanisme penyelesaian sengketa pemilu. Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Basri, menyoroti pentingnya peran aktif partai politik dalam meredam peredaran hoaks dan memotong mata rantai politik uang (money politics) di tingkat bawah.
Pertemuan hangat tersebut diakhiri dengan diskusi strategis mengenai pencegahan pelanggaran pemilu, pengawasan tahapan, serta komitmen bersama meningkatkan partisipasi pemilih pemula di NTB. Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama.
"Kami dan Bawaslu punya visi yang sama, yaitu menjaga demokrasi di NTB tetap sehat. Mari kita jaga bersama agar pemilu menjadi ruang kontestasi memajukan daerah, bukan wadah untuk memecah belah," pungkas Bang Leo.
Laporan : Tim/Red Sumber : (BR) Redaksi : SkalaNTB Media.Com