BANJIR RENDAM JEROWARU, JALAN SEKAROH TERPUTUS DAN SEKOLAH TERDAMPAK
Jerowaru, 24 Februari 2026. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik, khususnya di Kecamatan Jerowaru. Genangan air merendam permukiman warga, sejumlah sekolah, serta merusak infrastruktur vital masyarakat.
Ketua Komunitas Pelayan Masyarakat Kecamatan Jerowaru, Irfan Muliadi, menerima informasi awal melalui laporan warga terdampak dan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur guna memastikan respons cepat di lapangan.
Berdasarkan laporan sementara, beberapa sekolah turut terendam dan berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar apabila genangan belum surut. Kerusakan juga terjadi di ruas Jalan Sekaroh, jalur penghubung Dusun Pengurus dengan Dusun Ujunggol, yang tergerus arus deras hingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Sekretaris Badan (Sekban) BPBD Lombok Timur, Ripaan, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Harian (PLH) Kepala Pelaksana karena pimpinan definitif tengah menunaikan ibadah umrah, menyatakan pihaknya akan segera melakukan asesmen lapangan.
“Untuk kejadian emergensi seperti putusnya akses jalan, kami akan turun melakukan asesmen sebagai dasar penanganan cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain faktor curah hujan, Ripaan menekankan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
“Kami berharap pemerintah desa dapat lebih serius mengelola sampah di wilayah masing-masing. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan saluran air, karena sumbatan sampah menjadi salah satu faktor yang memperparah luapan air saat hujan deras,” tegasnya.
Sementara itu, Irfan Muliadi mengajak masyarakat untuk tetap tenang, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada pihak terkait benar-benar valid agar penanganan dapat berjalan efektif tanpa menimbulkan kepanikan.
BPBD Kabupaten Lombok Timur bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan respons penanganan berjalan optimal sesuai kebutuhan di lapangan.(Irpan M)