Dinas Kesehatan Lombok Timur Gelar Sosialisasi SBM, FOKWIL Dorong Penguatan Kolaborasi hingga Tingkat Desa
Lombok Timur, 7 Juli 2026 _ Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menggelar Kegiatan Sosialisasi Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) sebagai upaya memperkuat kewaspadaan dini dan respons terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan Penanggung Jawab (PJ) Klaster 4 Puskesmas, Forum Kepala Desa Lombok Timur, Forum Kepala Wilayah (FOKWIL) Lombok Timur, serta perwakilan kader kesehatan dari berbagai wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (Kabid P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Syahid Ramdlan, menjelaskan bahwa SBM merupakan pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi masalah kesehatan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, keberhasilan surveilans tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, kepala wilayah, kader, dan seluruh elemen masyarakat agar informasi yang muncul di tingkat bawah dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua Forum Kepala Wilayah (FOKWIL) Kabupaten Lombok Timur, Huliadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun koordinasi lintas sektor demi memperkuat sistem pelaporan kesehatan di tingkat desa.
"Forum Kepala Wilayah siap mendukung pelaksanaan Surveilans Berbasis Masyarakat. Sinergi antara Dinas Kesehatan, pemerintah desa, kepala wilayah, kader, dan masyarakat merupakan kunci agar informasi kesehatan dapat diterima secara cepat, tepat, dan ditindaklanjuti dengan baik," ujar Huliadi.
Ia juga berharap keterlibatan seluruh unsur yang hadir, mulai dari perwakilan PJ Klaster 4 Puskesmas, Forum Kepala Desa, Forum Kepala Wilayah, hingga kader kesehatan, mampu memperkuat jejaring koordinasi sehingga sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Perwakilan FOKWIL Lombok Timur, Irfan Muliadi selaku Kepala Wilayah Badui, turut menyampaikan bahwa Surveilans Berbasis Masyarakat merupakan langkah nyata dalam mewujudkan Desa Sehat menuju Lombok Timur Smart. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya pelaporan yang cepat dan akurat.
"SBM merupakan program yang sangat strategis. Jika dijalankan secara maksimal dengan melibatkan kepala wilayah, pemerintah desa, kader, puskesmas, dan masyarakat, maka potensi penyebaran penyakit menular maupun Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dideteksi sejak dini dan ditangani dengan lebih cepat serta tepat. Ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan desa yang sehat dan mendukung terwujudnya Lombok Timur Smart," ujar Irfan Muliadi.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur berharap Surveilans Berbasis Masyarakat dapat menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan serta memperkuat pelayanan kesehatan yang responsif hingga ke tingkat desa dan dusun.